Trio poppunk Netral akhirnya terpilih sebagai band pembuka untuk konser Alter Bridge di Meis Ancol Jakarta. Keputusan ini disambut suka cita oleh para personel band yang beranggotakan Bagus, Eno dan Coki ini.

"Kami senang dan bangga bisa ikut tampil pada tanggal 8 Maret nanti, kami akan tampil sekitar satu jam sebelum Alter Bridge," ujar Coki seperti melalui pers rilis yang diterima oleh KapanLagi.com®.

Demi memaksimalkan penampilan, Netral mengaku telah menyusun setlist lagu yang bakal mereka bawakan nanti. Tentu saja mereka tak ingin penampilan mereka terkesan hanya sebagai pelengkap pada konser yang digelar pada 8 Maret mendatang ini.

Alter Bridge sendiri menggelar konser di Indonesia sebagai rangkaian Alter Bridge Tour 2014 untuk promo album baru mereka. FORTRESS. Album ini makin terasa spesial setelah Michael 'Elvis' Baskette berada di balik layar sebagai produser. Seperti yang diketahui, Michael merupakan sosok yang pernah berperan besar di balik sukses Trivium, Limp Bizkit, Stone Temple Pilots, Incubus dan lain-lain.

Makin tak sabar menantikan konser ini? Simak dulu harga tiketnya. Pastikan kamu memilih tiket yang tepat.
Harga tiket Alter Bridge Tour Jakarta 2014:
Festival A (presale) Rp. 600.000
Festival A (normal) Rp. 850.000
Festival B (presale) Rp. 400.000
Festival B (normal) Rp. 650.000
Gold VIP (seated) Rp. 1.000.000
Silver (seated) Rp. 500.000


Sumber : http://musik.kapanlagi.com/

Coldplay baru saja mengejutkan para penggemar mereka dengan merilis sebuah set single baru dan juga video klip Midnight. Seperti khas Coldplay, lagu tersebut sangat mendayu-dayu dan terkesan gelap dengan beberapa elemen techno.

Lagu tersebut dirilis secara resmi pada hari Selasa (25/2) kemarin. Sedangkan video klipnya sendiri yang bisa dibilang cukup aneh dan sedikit seram, diproduseri oleh Mary Wigmore.

Single ini diberitakan untuk masuk pada album keenam Coldplay mendatang. Tembang Midnight dipenuhi oleh efek autotune dari sang vokalis, Chris Martin yang dibumbuhi oleh alunan techno bertempo pelan sepanjang lagu.

Video klipnya sendiri bernuansa hitam dan putih dan diambiln menggunakan efek negatif eksposure oleh Wigmore yang juga memproduseri klip mereka The Hardest Part. Pada klip baru ini kalian juga dapat melihat member Coldplay bermain di hutan dan beberapa serigala berjalan-jalan di sekitarnya.

Belum ada informasi detail mengenai single ini. Album baru yang mereka tengah siapkan sendiri diperkirakan untuk rilis sekitar Mei atau Juni tahun ini.

Sumber : http://musik.kapanlagi.com/

Mendengar musik selalu bisa membuat orang lebih santai. Tak melulu musik riang, sebuah penelitian yang dilakukan para psikolog dari University of Kent meyakini bahwa lagu sedih bisa menghilangkan perasaan sedih. 

Lebih dari itu, musik punya banyak keajaiban lain. Musik ternyata juga bisa menyelamatkan hidup seseorang. Penelitian dari European Society of Cardiology Congress 2013 di Amsterdam mengungkap, musik juga ampuh mengurangi penyakit jantung.

Selain dua hal di atas, musik juga memiliki keterkaitan dengan rasa nikmat makanan. Dalam penelitian tersebut, peneliti mencoba memberikan makanan coklat dan parika merah kepada sejumlah orang. Secara acak mereka juga diminta mendengarkan musik jazz, hip-hop, klasik dan rock.

Kemudian peneliti mengelompokkan orang sesuai dengan seberapa suka mereka dengan makanannya. Susu dan cokelat mewakil "makanan emosional" sedangkan parika merah mewakili "makanan non emosional".

Hasil yang didapatkan menunjukkan: orang yang memakan coklat lebih bisa menikmati makanannya ketika mendengar musik jazz. Rasa nikmat itu berubah menjadi kurang enak saat mereka mendengarkan musik hip-hop.

Namun dalam penelitian tersebut, musik tidak memberikan hasil signifikan pada makanan paprika merah.

Peneliti mengungkapkan, music jazz dipercaya dapat menambah kenikmatan makanan. Ini karena alunan nada lembut, berujung pada perubahan suasana hati. Menghadirkan perasaan damai.  Sebaliknya, musik hip-hop cenderung membuat seseorang menjadi agresif dan menurunkan nafsu makan.

Sumber : http://life.viva.co.id/

Bagaimana jadinya jika makan es krim dipadukan dengan musik orkestra? Duo desainer dari New York, Carla Diana dan Emilie Lucie Baltz, punya jawabannya. Mereka baru saja menciptakan sebuah alat yang bisa menciptakan musik ketika Anda menjilati es krim.

Seperti yang diberitakan oleh Fine Dining Lovers (24/2/2014), alat bernama The Lickestra ini berupa empat tiang tinggi dengan panjang yang berbeda. Pada masing-masing tiang ini terdapat sebuah cone es krim yang terhubung dengan sensor dan menghasilkan suara yang berbeda-beda.

Mulai dari nada rendah hingga tinggi. Musik yang dihasilkan pun hasil kolaborasi dengan musisi Arone Dyer dari Buke & Gase.

Cara menggunakannya, Anda tinggal masuk dan berdiri di dalam tiang dengan bagian kepala yang terbuka. Jilati es krim yang tersaji di depan Anda dan bunyi-bunyian akan muncul. Jika 4 orang sekaligus menjilati es krim dengan waktu yang bersamaan maka terciptalah simfoni orkestra yang merdu.

Jika hanya satu orang saja maka hanya menciptakan bunyi-bunyian abstrak. Musik akan berhenti sampai es krim benar-benar habis.

Baltz, sang desainer, menjelaskan bahwa alat ini akan melatih insting improvisasi musik yang ada pada diri manusia. Penikmat es krim akan mencoba rasanya jadi seorang musisi.

The Lickestra ini akan semakin menyemarakkan teknologi multi-sensori di dunia kuliner. Sebelumnya, sudah ada dua restoran bernama Shanghai's Ultraviolet dan El Celler de Can Roca yang menerapkan teknologi ini di restorannya.

Sumber : http://food.detik.com/

My Chemical Romance boleh bubar, tapi Mikey Way langsung geber jadi frontman dengan bentuk band baru bernama Electric Century, yang diperkenalkan Rabu (19/2) kemarin, seperti dilansir MTV.

Proyek barunya ini dikerjakan bersama temannya David Debiak dan juga Justin Siegel, yang menggantikannya sebagai bassis dalam Electric Century ini.

"Totally forgot to mention @justinsiegel is playing bass for us. Go say hi! #ElectricCentury ," kicaunya lewat akun @mikeyway kemarin.

Ia mengatakan, band baru yang sudah mulai dirancang sejak 2006 ini sempat beberapa kali terhambat. Khususnya saat My Chemical Romance tengah sibuk dengan promo The Black Parade. Namun, selama itu, Mikey dan kawan-kawan sudah menyiapkan banyak materi untuk Electric Century.

"Sejauh ini orang-orang bilang 'ini terlalu cepat, My Chem baru bubar', ini seperti, 'tidak, ini sudah berakhir'. Kami sudah merancang ini di laboratorium selama empat tahun sekarang. Kami sudah menulis 35 lagi. Ini waktu untuk melakukannya," jelas Mikey kepada MTV.

Sumber : http://www.hai-online.com/

Drumer Blink-182, Travis Barker mengumumkan dalam sebuah posting Facebook bahwa ia akan merilis buku memoar pada 24 Juni 2014. Barker mengaku proses penulisan buku tersebut adalah terapi baginya.

"Menjadi 'bersih' adalah kebangkitan terbesar saya. Saya sedang mengerjakan memoar dan itu mengagumkan. Mengerjakannya menjadi sebuah buku adalah terapi bagi saya dan mudah-mudahan dapat menginspirasi banyak orang," ungkapnya.

Buku ini bakal mengupas tuntas kehidupan Travis. Dari status mega-bintang yang ia dapatkan lewat Blink-182, dan kecelakaan pesawat yang hampir merenggut nyawanya beberapa tahun lalu.

Sumber : http://www.hai-online.com/

Musik Lamb Of God memang garang. Konser mereka pun penuh dengan moshing, wall of death, dan hal khas metal lain. Tapi walau terkesan sangar dan penuh kekerasan, personel LOG, Chris Adler sangat percaya bahwa musik apapun adalah sarana menuju kedamaian.
"Musik secara umum benar-benar dapat membuat orang bergandengan tangan," kata drummer tersebut. "Musik bisa membuat kita melewati perbedaan yang kita miliki, dan menemukan kesamaan tampaknya menjadi ide yang lebih baik dari sekedar membicarakannya, seperti berita."
Chris nggak mau lebay kayak komentar musisi lain tentang musik. "Musik tidak akan menyelamatkan dunia, tentu, tapi mendengarkan musik adalah salah satu cara yang dapat mendamaikan kita," ucapnya.

Sumber : http://www.hai-online.com/

Para robot kini tak hanya memasuki industri manufaktur, tetapi juga industri musik. Para robot ini menamakan grup musik mereka sebagai Z-Machines.

Grup musik ini terdiri atas robot gitaris yang memiliki 78 jari, robot drummer yang memiliki 22 lengan, serta robot pianis yang menembakkan laser ke keyboard. Mereka semua dirancang hingga terlihat memiliki tubuh dan kepala.

Tentu saja, robot-robot ini diciptakan oleh manusia. Pembuatnya adalah komposer asal Inggris, Tom Jenkinson yang juga dikenal dengan nama Squarepusher. Ia berkolaborasi dengan tim ahli robotika asal Jepang yang dipimpin Kenjiro Matsuo.

Jenkinson dan Matsuo membuat sebuah sistem kompleks serta menyusun kode pemrograman agar robot-robot tersebut dapat memainkan alat musik secara detail dan menciptakan harmonisasi.

"Dalam proyek ini, instrumen akrab digunakan dalam cara-cara yang hingga saat ini dianggap tidak mungkin," kata Jenkinson.

Ia menjelaskan, setiap perangkat robot yang terlibat dalam pertunjukan musiknya memiliki spesifikasi tersendiri yang memiliki kemampuan tertentu.

"Robot yang memainkan gitar, misalnya, bisa bermain jauh lebih cepat ketimbang manusia, tetapi ia tidak mampu mengontrol amplitudo," terang Jenkinson.

Jenkinson dan Matsuo telah membuatkan album untuk grup musik Z-Machines ini, dan rencananya akan dirilis pada 8 April 2014. Mereka juga telah memiliki satu video musik yang digarap oleh sutradara Daito Manabe.

Sumber : http://tekno.kompas.com/

MAKASSAR - Donny ADA Band mengungkapkan kelompok musiknya saat ini mulai sibuk meladeni berbagai undangan manggung di pentas-pentas seni (pensi) yang digelar di sekolah- sekolah.

Kata dia, setelah mengusung konsep musik berbeda, band nya pun memiliki image baru di dunia musik tanah air.

Menurut Donny, walau di awal-awal banyak yang kurang sepakat dengan metamorfosa bandnya namun sejak awal niatnya memberikan sentuhan berbeda dengan lebih memperkaya penampilan.

"Kami ketiban rejeki dari acara pensi-pensi sekolahan setelah konsep baru dan ini anugerah,"kata Donny disela-sela penampilannya di Liquid Grand Clarion Hotel Makassar Sabtu (15/2/2014)dini hari tadi.

Sumber : http://www.tribunnews.com/



Jakarta (ANTARA News) - Primata bonobo bisa memahami dan mengikuti irama musik seperti manusia, sebuah temuan yang berimplikasi pada pemahaman tentang bagaimana kemampuan itu berkembang

Hasil studi tentang binatang yang berkerabat dekat dengan simpanse itu menunjukkan bahwa mereka punya kemampuan bawaan untuk mengikuti tempo dan menyelaraskan irama dengan orang yang melakukan percobaan.

"Bonobo sangat peka terhadap musik. Pendengaran mereka di atas rentang pendengaran kita," kata Patricia Gray, direktur program biomusik di University of North Carolina, Greensboro, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Untuk studi, para peneliti merancang drum ramah-bonobo beresonansi tinggi yang mampu menahan tekanan 500 pound dari loncatan, kunyahan dan perilaku serupa kera lainnya.

Peneliti menabuh drum dengan tempo yang disukai bonobo, sekitar 280 ketukan per menit, atau seperti ketika manusia mengucapkan suku kata.

Kera-kera mengikuti ketukan itu menggunakan drum bonobo, kata Gray dan psikolog Edward Large pada pertemuan tahunan American Associatiom of the Advancement of Science.

"Itu bukan musik, kami memperlambat gerakan di bagian itu," kata Large.

Penelitian terkait yang dilakukan pada singa laut, yang tak punya kemampuan ritmis bawaan.

Hasilnya menunjukkan dengan latihan binatang itu bisa mengangguk-anggukkan kepala saat mendengar musik, kata ahli psikologi komparatif Peter Cook, yang mulai meneliti singa laut Ronan sejak mengikuti pendidikan master di University of California, Santa Cruz.

Para peneliti menduga kemampuan musikal dan ritmis manusia berevolusi untuk memperkuat ikatan sosial.

"Jadi, mungkin ada yang berpikir nenek moyang manusia dan bonobo memiliki sebagian kemampuan ini," kata Large.

Tambahan hasil penelitian pada singa laut menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengikuti ritme mungkin lebih luas lagi.

Gray dan Large mengatakan mereka akan melakukan studi untuk mengetahui apakah bonobo di alam liar juga melakukan sinkronisasi bersama kawanannya, saat mereka, misalnya, mengetuk-ngetuk pohon berlubang.

"Ini benar-benar koordinasi. Sekarang, kau bicara tentang interaksi sosial. Jika ritme otakmu bisa menyelaraskan diri dengan ritme otak orang lain, tentang semua itulah komunikasi itu," kata Large, yang melakukan riset bersama Gray di Jacksonville Zoo and Garden di Florida.


Sumber : www.antaranews.com/

JAKARTA, KOMPAS.com -- Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI) menyiapkan sebuah hajatan untuk memeriahkan Hari Kasih Sayang tahun ini. Pertunjukan bernama Indie Valentine AMI Awards 2014 ini direncanakan akan digelar pada 19 Februari 2014 di Jakarta.

Salah satu anggota Board of Directors Yayasan AMI, Seno M Hardjo, menyebut bahwa Indie Valentine itu disajikan untuk lebih merangkul para talenta terbaik dari komunitas indie di negeri ini. Ia menyebut pula, defenisi artis musik indie yang terlibat dalam pertunjukan tersebut adalah artis musik yang telah memiliki karya dalam bentuk album yang proses distribusinya dilakukan secara indie.

"Yang pasti kami berharap event ini bisa menjadi panggung apresiatif kepada kawan-kawan musisi indie yang selama ini konsisten berkarya di jalur mereka," terangnya dalam siaran pers yang dikirim oleh pihak Yayasan AMI, Kamis (13/2/2014).

Untuk hajatan itu, pihak Yayasan AMI telah memilih 15 band terbaik yang akan berkesempatan untuk tampil. Band-band itu merupakan hasil seleksi dari ratusan band. Untuk proses seleksi tersebut, pihak Yayasan AMI menggandeng komunitas indie Satu Djiwa serta beberapa pemerhati musik indie dari Bandung dan Jakarta. Lima belas band terpilih itu adalah Neo, Tuffa, Star Kids, Nath Thelions, Dirty Edge, Ayu Amela, Jontrall, Kebunku, Leonidas, Meneer, Merah, Anak Mama, Tuan Besar, Radiuz, dan Star Way.

"Genre yang kami tampilkan di sini sangat beragam. Ada genre musik pop, rock, reggae sampai dangdut pun ada," ujar Seno.

Seno juga menerangkan bahwa Indie Valentine 2014 merupakan ruang para artis musik indie yang belum dikenal luas. Menurut Seno, itu untuk memberi kesempatan lebih besar kepada para artis musik itu. Alasan lainnya, jelas Seno, pihak Yayasan AMI ingin lebih merangkul mereka untuk melibatkan mereka dalam AMI Awards.

"Selama ini sebenarnya kami sudah cukup banyak memberikan tempat kepada musisi indie. Ini tecermin dari kategorisasi penilaian yang ada di AMI Awards. Hampir sebagian besar adalah para musisi yang mendistribusikan karya mereka secara indie," jelas Seno pula.

Andy Julias, pemerhati musik indie, menyambut positif kehadiran kegiatan Indie Valentine 2014, yang digelar oleh Yayasan AMI. Menurutnya, sudah sepatutnya komunitas indie dirangkul oleh AMI Awards.

"Saya rasa acara semacam ini akan cukup efektif untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada komunitas indie. Sebaliknya bagi para musisi indie, acara ini bisa menjadi sarana untuk menunjukkan eksistensi diri mereka," kata pria yang juga menjadi anggota tetap tim kategorisasi AMI Awards ini.

Andy melihat AMI sebagai rumah bagi para artis musik Indonesia dan sudah sepatutnya merangkul mereka dari semua jenis musik.

"Musik Indonesia itu sangat beragam. Saya rasa adanya wadah apresiatif kepada para musisi indie ini akan sangat baik buat kemajuan mereka agar terus berkarya," kata mantan personel band Makara itu.

Seno menambahkan, dalam Indie Valentine 2014 juga akan ada aksi penggalangan dana untuk membantu para korban bencana di negeri ini. "Jadi mari kita semaikan Hari Kasih Sayang ini dalam wujud nyata dengan cara membantu saudara-saudara kita yang kini sedang tertimpa musibah," ujarnya.

Sumber : entertainment.kompas.com/

Sejak memutuskan bersolo karir, Elfonda Mekel alias Once mulai menelurkan karya-karya baru. Bahkan mantan vokalis band Dewa 19 itu akan merilis album solo. Uniknya, album terbaru itu berisikan lirik-lirik religi kendati musik yang mengiringi bergenre rock.

"Tiga bulan lagi album baru, Terakhir saya keluarin kan 2012. Bedanya, sekarang musiknya lebih ngerock, nggak terlalu banyak mikir, berkompromi, senang-senang saja," ujar Once ketika ditemui di Kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa hari yang lalu.

"Lagu spiritual itu bagus, karena bisa jadi lagu yang punya makna ganda. Kalau yang suka cinta, bisa jadi buat kekasih. Kalau tidak, lagu spiritual saja," jelasnya melanjutkan.

Namun begitu, ia tetap memasuki tema cinta dalam album barunya nanti. "Kalau tema, cintanya mungkin 50%, 50% lagi berbau spritual," kata Once.

Dari sembilan lagu dalam album tersebut, enam di antaranya adalah ciptaan Once sendiri. Sedangkan tiga lagu lain merupakan recycle lagu band lawas, Godbless.

"Enam lagu saya ciptakan, tiga lagu yang lain, Itu salah satunya lagunya God Bless yang saya daur ulang, judulnya Musisi. Dua lagi dibantuin sama Gugun Blues Shelter," tutup laki-laki yang memproduseri sendiri album tersebut.

Sumber : http://musik.kapanlagi.com/
Ilustrasi pertunjukan orkestra di Kota Solo (Agoes Rudianto/JIBI/Solopos)

Momentum perayaan Valentine’s Day yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai hari kasih sayang, Jumat (14/2/2014), tinggal menghitung hari. Kota Solo punya beberapa alternatif hiburan untuk menikmati akhir pekan yang seru bersama pasangan.

Para pencinta musik klasik bisa datang menyaksikan pertunjukan musik From Solo Paragon With Love yang dibawakan kelompok Harmonia Orchestra di atrium pusat perbelanjaan setempat, Jumat mulai pukul 19.00 WIB. Bagi yang kurang nyaman menikmati musik klasik, bisa menjajal suguhan electronic music dance (EDM) besutan DJ Winky Wiryawan di Puri Kencono Ballroom Lorin Hotel Solo, Jumat mulai pukul 22.00 WIB.

Harmonia Orchestra rencananya menggeber 14 lagu bernuansa cinta. Dengan inovasi dan kreativitasnya, kelompok musik yang terdiri atas para anggota Ansambel Musik Anak dan Remaja (Amari), Solo Big Band, dan musisi lintas profesi ini bakal menampilkan lagu yang mewakili tiap generasi.

Konduktor sekaligus komposer Harmonia Orchestra, Mursid Hananto, mengutarakan lagu cinta lawasan seperti To Love You More hingga lagu fenomenal Buka Sithik Joss bakal disuguhkan untuk pengunjung pusat perbelanjaan yang terletak di jantung Kota Solo ini. “Rencananya kami membawakan 14 lagu cinta. Saat ini kami sedang intens latihan untuk persiapan,” ujar Mursid, ketika berbincang dengan Espos, beberapa saat yang lalu.

Sementara DJ idola kaum hawa, Winky Wiryawan, rencananya memanjakan clubber dan party gower dengan mengusung tema Back To Love. Sebelum DJ dari label Junko ini naik ke geladak piranti CDJ-nya, para penggemar EDM sejenak diajak menikmati suguhan lagu cinta populer dari Seven Sound Band. Kemeriahan pesta makin semarak dengan penampilan dari Sporty Dancers.

“Suasana pesta akan kami buat romantis dengan aksesori berbentuk hati dan cupid yang ditebarkan di Ballroom. Pesta makin spesial dengan penampilan DJ Winky. Dia menjadi salah satu DJ favorit pengunjung di tempat kami. Setiap pertunjukannya selalu full,” terang Kartika Oktavia Pravitasari, Public Relations Manager Lorin Solo Hotel, saat berbincang dengan Espos, di kantornya, Jumat (7/2/2014).

Sumber : http://www.solopos.com/

Jakarta : Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan Holcim Indonesia berencana menggelar Festreeval Musik yang akan dilaksanakan pada 5 Februari sampai 28 Februari 2014. Dan salah satu juri yang tunjuk adalah Ipang.

Hal ini disambut senang oleh cowok berambut gimbal ini. Dengan acara ini, Ipang sekaligus ingin mengajak generasi muda untuk sadar dan cinta terhadap lingkungan sekitat. Karena menurutnya, itu adalah penyeimbang kehidupan.

"Melalui acara ini, bisa menjadi sarana bagi generasi muda Indonesia untuk gemar menanam pohon dan melestarikan hutan dan lingkungan," ucap Ipang saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2014).

Menurut pelantun Ada Yang Hilang yang menjadi sountrack film Realita Cinta dan Rock N Roll, Festreeval ini merupakan terobosan baru untuk mencintai lingkungan. Ipang pun bangga menjadi bagian dari acara ini.

"Saya sendiri merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan ini, sebab ini merupakan terobosan baru," kata pria yang punya nama asli Ipang Lazuardi.

Sementara, menurut Rusli Setiawan, Direktur Relationship Holcim, tujuan digelarnya acara ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami fungsi pohon dan hutan untuk kehidupan. Sehingga nantinya masyarakat akan tergugah untuk menanam dan melestarikan pohon.

"Ini karena komitmen kami membangun solusi yang berkelanjutan untuk masa depan bangsa," ujar Rusli. Bagi pemenang Festreeval Musik ini mendapat kesempatan untuk tampil dalam Konser Hutan yang akan dihelat 8 Maret 2014 di Taman Hutan Kota Tegalega, Bandung, Jawa Barat.(Mer)


Sumber : http://showbiz.liputan6.com/
Gambar : CEO Holcim Eamon Ginley menanam pohon
Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Holcim Indonesia menggelar ‘Festreeval Musik’ dalam bentuk lomba kreasi jingle lagu dan konser hutan. Kegiatan dilakukan untuk mengajak generasi muda ikut mendukung gerakan genanaman 1 miliar pohon.

Direktur Relationship Holcim, Rusli Setiawan, mengatakan tujuan dari pagelaran ini antara lain untuk mengajak masyarakat memahami fungsi dari pohon dan hutan untuk kehidupan, baik untuk sekarang hingga generasi mendatang. Rusli berharap masyarakat, terutama peserta Lomba Kreasi Jingle, semakin tergugah untuk menanam pohon dan melestarikannya.

“Ini karena komitemen kami membangun solusi yang berkelanjutan untuk masa depan bangsa,” ujar Rusli Setiawan dalam keterangan persnya, Kamis (6/2/2014).

Dia menjelaskan, kegiatan Festreeval Musik Holcim 2014 terdiri dari dua tahap kegiatan yaitu Lomba Kreasi Jingle lagu yang dimulai 5 hingga akhir Februari 2014 dan ditutup dengan Konser Hutan.

Menurut Rusli, setiap satu karya yang dikirimkan oleh peserta akan dikonversikan menjadi 10 pohon. “Karena itu setiap peserta berkontribusi dalam menghijaukan Indonesia. Selain peserta, masyarakat juga dapat memberikan dukungan dengan teknis berupa vote karya favorit melalui akun sosial media, dimana setiap 1 vote juga akan dikonversikan menjadi 1 pohon,” ujarnya.

Konser hutan, tambah Rusli, akan dilaksanakan pada 8 Maret 2014 di Taman Hutan Kota Tegalega, Bandung Jawa Barat dan akan dihadiri Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Jajaran Direksi Holcim.

Musisi, Ipang Lazuardi, yang terlibat sebagai juri lomba kreasi jingle mengapresiasi kegiatan untuk mengajak generasi muda Indonesia lebih mencintai lingkungan ini. “Saya berharap melalui jingle ini, bisa menjadi sarana bagi generasi muda Indonesia untuk gemar menanam pohon dan melestarikan hutan dan lingkungan. Saya sendiri merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan ini, sebab ini merupakan terobosan baru,” katanya.(ded)

Sumber : http://news.okezone.com/



Kelompok musik Kanada mengirimkan tagihan royalti ke militer Amerika Serikat setelah diberitahu bahwa musik mereka "dipakai dalam penyiksaan tersangka teroris di penjara Guantanamo".

Seorang anggota band Skinny Puppy, Cevin Key, mengatakan kepada CTV News bahwa mereka meminta uang sebesar US$666.000 atau sekitar Rp8,1 miliar.

Pemain keyboard ini mengatakan seorang penggemar mereka yang bertugas sebagai penjaga penjara Guantanamo menginformasikan kepada mereka tentang penggunaan musik itu.

"Kami tidak hanya protes karena lagu kami dipakai untuk menyiksa orang, tetapi juga karena mereka melakukannya tanpa izin," kata Key dalam sebuah wawancara.

Pihak militer AS mengatakan kepada BBC mereka belum menerima tagihan tersebut.

Letkol Todd Breasseale mengatakan departemen pertahanan tidak akan berkomentar tentang prosedur di Teluk Guantanamo.

AS telah banyak dikritik karena sejumlah laporan mengenai cara penanganan nara pidana di penjara Kuba itu.

Dilaporkan bahwa militer AS di sana dan di fasilitas penahanan lainnya di Irak dan Afghanistan menyetel musik dengan sangat keras ke dalam sel tahanan, mulai dari Metallica, Nine Inch Nails, Queen bahkan musik Sesame Street.

Seorang jenderal Angkatan Darat AS yang berwenang mengatakan praktek itu akan "menciptakan ketakutan, disorientasi ... dan shock", demikian menurut Associated Press.

BBC secara mandiri tidak bisa mengkonfirmasi apakah lagu Skinny Puppy betul digunakan di Guantanamo.

Sumber : http://www.bbc.co.uk/

Gelombang otak dan kekuatan pikiran mungkin layak dinobatkan sebagai kekuatan besar yang tak terkalahkan. Bagi orang yang memiliki keterbatasan untuk menggerakkan badannya, gelombang otak menjadi salah satu kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk membantunya melakukan berbagai fungsi motorik.

Ilmu pengetahuan dimanfaatkan untuk bisa membuat orang yang memiliki cacat berat agar bisa mengendalikan berbagai hal. Sebuah tim yang dibentuk dari sekelompok peneliti University of Malta melakukan pengembangan kendali pikiran memanfaatkan sistem gelombang elektro otak atau biasa disebut Electroencephalography (EEG).

Dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Rabu (5/2/2014), sistem berbasis EEG yang mampu mendeteksi steady state visual evoked potentials (SSVEPs) sebagai bagian dari respon pengguna terhadap kedipan tombol di layar. Sistem itu dibuat untuk mengendalikan pemutar musik dengan gelombang otak penggunanya.

Kekuatan gelombang pikiran itu sebelumnya pernah diperlihatkan untuk mendorong kendaraan. SSVEPs merupakan sinyal listrik yang diproduksi otak dalam menanggapi lampu pada frekuensi tertentu.

Penelitian yang dilakukan tim University of Malta menggunakan layar komputer sebagai alat bantu yang dipasang di depan seorang relawan. Layar tersebut menampilkan sejumlah kotak yang masing-masingnya berkedip pada frekuensi tertentu.

Relawan yang berfokus dan berkedip pada salah satu kotak akan mewakili salah satu tombol pemutar musik dan memungkinkan pengguna menghasilkan SSVEP khusus untuk menjemput EEG. Deteksi SSVEP yang sesuai memungkinkan sistem mengaktifkan tombol pemutar musik yang relevan dan bisa dimanfaatkan untuk membantu orang mengendalikan pemutar musik dengan gelombang otaknya. (den/dew) 

Sumber : http://tekno.liputan6.com/

Masih ingat dengan band yang satu ini? Ya, sebagian besar dari kamu pasti tahu dan pernah denger nama Linkin Park. Dan buat kalian fans dari mereka, ada berita bagus lho!

Mike Shinoda, rapper dari Linkin Park baru-baru ini menyatakan bahwa mereka sedang dalam pembuatan sebuah album baru. Namun material pada album tersebut dipastikan bakal berbeda dengan musik-musik sebelumnya.

"Fans Linkin Park pasti tahu jika musik kita pada tiap album itu pasti berbeda dari yang sebelumnya. Album inipun juga pasti akan berbeda, jadi tidak perlu mengira-ngira bagaimana nanti jadinya," Shinoda menuliskan pada blog resminya.

Seperti yang kita ketahui, album baru ini nantinya akan menjadi lanjutan dari album terakhir mereka LIVING THINGS. Album tersebut dirilis pada tahun 2012 silam dan berhasil menguasai tangga musik Amerika maupun Inggris, seperti yang diwartakan situs DigitalSpy.

Shinoda menambahkan, "Jika aku bilang lagu ini akan seperti 'x', lagu yang sesungguhnya akan berubah menjadi sesuatu yang jauh berbeda. Tapi kita saat ini sedang penuh dengan inspirasi."

Wah kamu pasti uda gak sabar dengerin lagu-lagu baru dari artis heavy rock yang satu ini kan? Kita tunggu saja berita-berita terbaru mengenai album tersebut. So, stay tune!

Sumber : http://musik.kapanlagi.com/

Semenjak Bjah, yang bernama asli Muhammad Hamzah, keluar dari The Fly 2005, posisi vokalis band itu secara bergantian sempat diisi oleh Firman "Idol" dan Teddy. Namun, dalam perkembangannya, The Fly justru menunjuk gitaris mereka, Kin Aulia, untuk merangkap menjadi vokalis juga.

"Saya sekarang posisinya lead vocal. Pertanyaannya, kenapa setelah sekian lama? Kenapa enggak dari dulu saja sih?," kata Kin sekaligus mewakili Levy (bas) dan Adith (keyboard) dalam jumpa pers The Fly Sabotase I-Radio di Gedung Sarinah Lantai 8, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2014).

Diceritakan oleh Kin, sebelum publik mengenal Bjah sebagai vokalis The Fly, sebenarnya posisi vokalis sudah diisi dulu oleh Kin.

"Gue gitaris, sampai belajar ke Amerika. Karena saking cintanya sama The Fly, di Amerika gue selain belajar gitar juga berlajar vokal. Cuma, waktu itu gue bukan vokalis, posisi gue gitaris, yang bercita-cita bandnya jadi something, tapi gue punya teknik (vokal). Kalau masih ingat, 'Pelangi Semu' itu gue yang nyanyi, pas masih gue gondrong kurus," kisah Kin.

"Memang Bjah bisa nyanyi tapi tekniknya miskin. Dan, pas single 'Terbang', Bjah mulai muncul, tapi di bagian ref 'Terbang' itu suara gue," lanjutnya.

Setelah Kin menjadi vokalis-gitaris, bersama rekan-rekan segrupnya ia menyesuaikan musik The Fly dengan vokalnya.

"Sebenarnya range Bjah enggak terlalu jauh, gue sama Firman, gue sama Teddy juga enggak jauh. Ada penyesuaian warna musik, sekarang lebih rock n' roll, lebih nge-blues. Itulah roots-nya The Fly. Kami kembali lagi supaya anak baru (zaman sekarang) tahu rock aslinya The Fly. Gue balikin lagi identitas gue sebagai gitaris-vokalis," jelas Kin.

Warna asli The Fly ditonjolkan dalam lagu "Oh My God", yang merupakan garapan baru atas lagu "OMG", yang diklaim oleh Kin kurang suksesketika dinyanyikan oleh Teddy.

"Jadi 'Oh My God' ini dulu enggak sempat jadi single waktu sama (vokalis) Teddy," kata Kin. "Padahal, ini lagu andalan banget," timpal Adith. "Akhirnya gue aransemen ulang dengan nuansa rock n' roll, ada blues-nya juga, jadilah 'Oh My God', yang sedang kami promosikan sekarang," tambah Kin.

Sumber : http://entertainment.kompas.com/
Gambar : Sosok Budi Doremi
Menganggap penggunaan bahasa asing sudah lumrah digunakan, Budi Doremi memilih bahasa ibunya untuk single terbaru. Lagu itu ia beri judul
Hati Ku Telah Dijelep-jelepin Kamu.

"Judul single Hati Ku Telah Di jelep-jelepin kamu. Kalau aku import produk Bahasa Inggris yang keren-keren itu itu sudah biasa," kata Budi di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (5/2).

Budi mengaku bangga menggunakan bahasa ibunya. Begitu juga dengan pemilihan musik melayu, pop, dan latin yang diracik menjadi satu di lagu tersebut.

"Aku lebih bangga dengan bahasa ibuku sendiri yang sebetulnya banyak orang salah persepsi tentang musik melayu. Aku gabungkan musik melayu dengan pop dan latin," paparnya.

Dilanjutkan Budi, lagu Hati Ku Telah Dijelep-jelepin Kamu bercerita tentang
keberanian menyatakan perasaan secara langsung kepada orang yang dicintai.

"Itu lagu keberanian bagaimana kita bilang rasa cinta di depan orang yang kita cintai di depan mata kita," ujar Budi.

Sumber : http://musik.kapanlagi.com/