Gambar : sosok Adam Young


Gambar : Contoh album Owl City
Owl City adalah sebuah proyek musik elektronik oleh penyanyi-pengarang lagu dan multi-instrumentalis Adam Young yang dibentuk tahun 2007 di Owatonna, Minnesota. Young membuat proyek ini saat bereksperimen dengan musik di ruang bawah tanah rumah orang tuanya. Owl City mendapat perhatian luas di situs jejaring sosialMyspace, seperti musisi lain yang sukses pada akhir 2000-an, sebelum bergabung dengan Universal Republic tahun 2008.

Setelah dua rilis berbeda, Owl City mendapat popularitas tinggi melalui album debut berlabel besarnya pada tahun 2009, Ocean Eyes, yang di dalamnya terdapat singel pemenang empat penghargaan platinum "Fireflies". Album ini masuk kategori Platinum di Amerika Serikat pada bulan April 2010.

Pada tahun 2011, Owl City merilis album studio ketiganya, All Things Bright and Beautiful, diikuti The Midsummer Station pada bulan Agustus 2012.






Rekomendasi Lagu :

  1. Vanilla Twilight
  2. Fireflies
  3. To The Sky
  4. Good Time
  5. Super Honeymoon
  6. Cave In
  7. Dental Care

Sumber :

http://id.wikipedia.org/
http://cdn.macado.com/
http://narendroaji.blogspot.com/
Gambar : Personil Scorpions

Scorpions adalah kelompok musik hard rock dari Hannover, Jerman, paling dikenal lewat lagu-lagunya "Rock You Like a Hurricane", "Wind of Change" dan "Still Loving You","Always Somewhere".

"Wind of Change" adalah salah satu lagu Scorpions yang bertipe balads rock. Lagu ini di buat pada tahun 1989 dan terdapat dalam album Crazy World. Lagu ini menceritakan tentang perubahan politik di Eropa Timur pada waktu itu seperti runtuhnya Tembok Berlin, meningkatnya kebebasan di blok komunis(yang disusul jatuhnya Uni Soviet), dan berakhirnya Perang Dingin.

Dalam album Pure Instinct (1996) mereka bekerja sama dengan dua penulis lagu Indonesia Titiek Puspa dan James F. Sundah dalam lagu "When You Came into My Life".

Scorpions mengakhiri karier musiknya pada tahun 2010, sebagaimana rilis pers mereka tertanggal 24 Januari 2010 di situs resminya. Album terakhir mereka dirilis Maret 2010 diikuti dengan tur dunia. Mereka band yang sangat lama bergaul di dunia musik.

Daftar Personil :

  • Klaus Meine (vokalis)
  • Matthias Jabs (gitaris)
  • Rudolf Schenker (gitaris)
  • James Kottak (drummer)
  • Paweł Mąciwoda (bassis)

Rekomendasi Lagu :

  1. Wind of Change
  2. Still Loving You
  3. You and I
  4. Moment of Glory
  5. Lonely Nights
  6. When You Came Into My Life

Sumber :

http://id.wikipedia.org/
http://videokeman.com/
Gambar : Personil Simple Plan

Simple Plan adalah band pop punk asal Montréal, Québec, Kanada. Sejak terbentuk mereka tidak pernah mengalami pergantian personel dan mereka adalah Pierre Bouvier, Jeff Stinco, Sébastien Lefebvre, Chuck Comeau, dan David Desrosiers. Sampai saat ini mereka telah merilis 4 album studio: No Pads, No Helmets...Just Balls (2002), Still Not Getting Any... (2004), Simple Plan (2008), dan Get Your Heart On! (2011).

Perjalanan Karir :

Pada tahun 1996, band Reset dibentuk oleh Pierre Bouvier, Chuck Comeau, Philippe Jolicoeur, dan Adrian White. Reset melakukan tur di Kanada bersama MxPx, Ten Foot Pole, dan Face to Face, walaupun mereka tidak terlalu berhasil mendapatkan popularitas. Album perdana mereka, No Worries, dirilis pada 1999. Tak lama, Chuck Comeau pergi dari band untuk masuk kuliah. Dua tahun kemudian dia bertemu dengan teman-temannya semasa SMA, Jeff Stinco dan Sébastien Lefebvre, yang pada saat itu sedang berada di band mereka masing-masing, dan mereka berniat untuk bergabung membentuk band sendiri. Sementara itu, Reset merilis Album kedua mereka, No Limits. Suatu hari, Comeau dan Bouvier bertemu kembali di konser Sugar Ray dan Bouvier meninggalkan Reset untuk bergabung dengan Comeau. David Desrosiers lalu menggantikan posisi Bouvier di Reset, tetapi dia jga meninggalkan Reset enam bulan kemudian dan bergabung dengan Bouvier. Hal ini membuat Bouvier dapat berkonsentrasi pada posisi vokal, setelah sebelumnya sempat merangkap mengisi posisi vokal sekaligus bass.

Asal nama Simple Plan tidaklah jelas. Ketika ditanya, para personel band sering memberikan jawaban berupa lelucon, termasuk salah satunya adalah karena mereka membentuk band sebagai sebuah "rencana dadakan" untuk menghindari bekerja di restoran cepat saji. Tapi bagaimanapun, kemungkinan paling besar, nama "Simple Plan" diambil dari judul film "A Simple Plan", atau lagu karya Piebald berjudul "Just a Simple Plan".

Pada Maret 2002, Simple Plan merilis studio album pertama mereka, No Pads, No Helmets...Just Balls yang dilanjutkan denga dirilisnya singel: "I'm Just a Kid", "I'd Do Anything", "Addicted", dan "Perfect". Simple Plan tercatat mengatakan bahwa mereka menginginkan album yang murni pop-punk. Judul album ini mengacu pada sebuah frasa populer dari olahraga rugby, "No pads, no helmets, just balls."

Album ini mula-mula dirilis di Amerika Serikat dengan isi dua belas lagu, dengan lagu terakhir "Perfect". Namun edisi bonus dan edisi luar negeri kemudian muncul dalam berbagai versi dengan tambahan dua lagu pada dua belas lagu asli. Sebagai contoh, di edisi Amerika terdapat lagu bonus "Grow Up", dan "My Christmas List", sementara edisi Inggris terdapat lagu "One By One" dan "American Jesus" (live, lagu oleh Bad Religion), termasuk bonus dua video klip "I'd Do Anything" dan "I'm Just a Kid".

Di album ini juga terdapat vokal dari penyanyi dari dua band pop-punk lain, seperti dalam "I'd Do Anything" terdapat vokal Mark Hoppus dari Blink-182, dan dalam "You Don't Mean Anything" terdapat vokal Joel Madden dari Good Charlotte.

Pada tahun 2002, tahun saat Simple Plan merilis album ini, Simple Plan tampil di lebih dari 300 pertunjukan, menduduki posisi puncak chart "Alternative New Artist", dan tampil pada tur Jepang dimana tiketnya terjual habis. Pada 2003, mereka tampil sebagai salah satu band utama di Vans Warped Tour. Juga sebuah penampilam yang terekam dalam sebuah film komedi kritik, Punk Rock Holocaust, dimana empat dari mereka diceritakan terbunuh. Mereka juga tampil dalam Warped Tour tahun 2004 dan 2005. Juga di 2003, mereka menjadi aksi pembuka untuk tur "Try To Shut Me Up" milik Avril Lavigne. Sebagai tambahan beberapa tur, mereka juga menjadi aksi pembuka untuk Green Day dan Good Charlotte. Album ini terjual 1 juta copy hingga awal 2003 tetapi album ini telah terjual 4 juta copy di seluruh dunia, menjadikan album tersukses mereka secara komersial.

Pada Oktober 2004, Simple Plan merilis album kedua mereka yang berjudul Still Not Getting Any..., yang nantinya diikuti oleh singel "Welcome to My Life", "Shut Up!", "Untitled (How Could This Happen to Me?)", dan "Crazy".

Seperti disebutkan sebelumnya, ketika menulis materi album "No Pads, No Helmets…Just Balls", para personel Simple Plan menginginkan album yang murni pop-punk. Tetapi kali ini, dalam proses menulis album "Still Not Getting Any…", mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin membatasi diri mereka pada genre punk, tetapi agaknya membiarkan diri mereka untuk menulis "musik yang baik".

Berdasarkan bonus DVD dari "Still Not Getting Any…", selama pembuatan album, para personel Simple Plan sempat memikirkan beberapa nama unutk album ini, seperti "Get Rich or Die Trying" dan "In The Zone". Mereka memilih nama "Still Not Getting Any…" (arti: Masih Tidak Bisa Mendapatkan … satupun) untuk beberapa alasan. Alasan yang paling terkenal dan kira-kira paling mewakili adalah karena mereka berpikir bahwa mereka belum mendapatkan penilaian yang bagus, Pierre Bouvier menambahkan bahwa mereka baru mendapatkan satu penilaian yang baik, yaitu dari Alternative Press. Alasan yang lain adalah bahwa saat itu mereka masih belum mendapatkan respek yang baik. Ada banyak lagi alasan yang diutarakan oleh mereka, karena kata apapun benar-benar dapat diletakkan di bagian elipsis pada judul tersebut. Chuck Comeau menambahkan bahwa nama album tersebut "serba guna".

Sementara itu , dari segi musik "Still Not Getting Any…" menunjukkan perubahan yang dramatis dari gaya bermain Simple Plan. Mereka masih dapat menjaga gaya mereka untuk tetap menggunakan lirik downbeat yang dipadu dengan musik upbeat, tetapi mereka berhasil untuk keluar dari standar genre pop-punk. Walaupun banyak lagu dari album ini yang masih membawakan perasaan labil seorang remaja seperti lagu "I'm Just a Kid" dari album mereka sebelumnya, secara umum album ini cenderung ke tema lirik yang lebih dalam dan lebih dewasa, termasuk juga suara musik yang terdengar sedikit lebih keluar dari gaya pop-punk murni. Beberapa penilaian profesional menekankan pada penyertaan elemen rock "klasik" dan "tendensi", mengatakan bahwa album ini "tidak menekankan pop-punk yang sangat aktif dalam tujuan membentuk rock modern yang dibentuk dengan rapi dan tidak basa-basi".

Setelah sekitar satu setengah tahun dalam tur "Still Not Getting Any…", mereka mengakhiri tur tersebut pada Februari 2006, untuk kemudian mengambil waktu istirahat singkat sebelum memulai pekerjaan pada album ketiga mereka. Pierre Bouvier melalui situs blog MySpace resminya mengatakan bahwa ia sedang menuju Miami pada 21 Maret 2007 untuk bekerja dengan seorang produser yang saat itu belum diketahui siapa, yang kemudian diketahui adalah Dave Fortman. Simple Plan mulai memasuki studio untuk tahap pra-produksi di Los Angeles pada 29 Juni. Pada 15 Juli mereka kembali ke Montreal untuk merekam lagu mereka di Studio Piccolo, studio yang sama tempat mereka merekam "Still Not Getting Any…." Ketika mereka selesai merekam seluruh lagu, mereka kembai ke Miami untuk tahap mixing dan mastering. Beberapa sentuhan akhir pada album dilakukan di New York dan album mereka resmi selesai pada 21 Oktober 2007, walaupun kemudian mereka kembali ke studio untuk merekam ulangabeberapa lirik dalam lagu "Generation".

"When I'm Gone", singel pertama dari album Simple Plan dirilis pada 29 Oktober 2007. Album Simple Plan diproduseri oleh Dave Fortman, yang terkenal atas kerjanya dengan Avril Lavigne dan Kelly Clarkson. Pada 17 Februari 2008, Simple Plan mendapatkan posisi chart tertinggi mereka di Inggris, setelah dua album sebelumnya gagal memasuki chart disana. Pada 29 November 2007, Simple Plan mengumumkan akan menunda tanggal rilis album dari sebelumnya 29 Januari 2008 menjadi tanggal 12 Februari 2008. Mereka juga merilis album dengan label "Japan version", dengan tambahan 2 lagu, yang dirilis seminggu lebih awal, yaitu pada 6 Februari 2008. Album ini adalah album yang paling gagal menuai sukses jika dibandingkan dengan seluruh album mereka.

Setelah menyelesaikan tur promosional internasional mereka, Simple Plan tampil pada beberapa acara liburan pada Desember 2007. Pada 1 Juli 2008, mereka membuat konser gratis di Quebec City, Plains of Abraham, menarik 150.000 penonton ke acara Canada Day. Setelah kemabali dari Asia tengah dan timur pada akhir Juli, mereka kembali pada tur ke seluruh Kanada bersama dengan Faber Drive dan Cute is What We Aim For. Metro Station dan The All-American Rejects sebenarnya dijadwalkan untuk ambil bagian dalam tur tersebut, namun dibatalkan karena suatu hal. Mereka kembali pada tur penuh Eropa kedua mereka pada 28 Oktober hingga 29 November, dengan Estonia dan Polandia untuk pertama kalinya. Simple Plan juga tampil di Tel Aviv dan Dubai pada awal Desember, dimana pada konser ini mereka tampil dengan empat personel mengikuti absennya bassist David Desrosiers karena masalah keluarga dan digantikan sementara oleh Sébastien Lefebvre untuk mengisi posisi bass.

Simple Plan merilis album keempat mereka yang berjudul Get Your Heart On! pada 21 Juni 2011. Album ini diproduseri oleh Brian Howes. Album mereka kali ini adalah kali kedua mereka berkolaborasi dengan artis lain sejak album No Pads, No Helmets...Just Balls bersama Mark Hoppus (Blink-182) dan Joel Madden (Good Charlotte). Pada album ini, mereka berkolaborasi dengan Rivers Cuomo(Weezer), Natasha Bedingfield, K'naan dan Alex Gaskarth (All Time Low). Pada 20 April mereka mengumumkan bahwa "Jet Lag" akan menjadi singel pertama dari album ini. Lagu tersebut dirilis dalam versi Inggris dan Perancis dimana Simple Plan berkolaborasi dengan Natasha Bedingfield dan Marie-Mai pada masing-masing lagu. Untuk mempromosilan lagu tersebut, sebuah layanan bernama "JetLag Airlines" dibuat di situs web mereka, berisi berita, lirik, daftar lagu, dan video terkait album keempat mereka. "Jet Lag" diputar perdana pada 25 April, sementara video musiknya dirilis pada 4 Mei bersama Natasha Bedingfield dan 16 Mei bersama Marie-Mai.

Daftar Personil :

  • Pierre Bouvier (main vokal)
  • Chuck Comeau (drummer)
  • Sébastien Lefebvre (rhythm guitar, backing vokal)
  • Jeff Stinco (lead guitar)
  • David Desrosiers (bassis, backing vokal)

Rekomendasi Lagu :

  1. Welcome to My Life
  2. Jet Lag
  3. Perfect
  4. Can't Keep My Hands Off You
  5. Jump
  6. Astronaut
  7. When I'm Gone
  8. Summer Paradise
  9. What's New, Scooby-Doo ?

Sumber :

http://id.wikipedia.org/
http://files.myopera.com/
Gambar : Personil Gorillaz

Gorillaz merupakan sebuah grup musik kartun paling terkenal di dunia. Mendapatkan titel sebagai 'Band Virtual Terbaik' di Guiness Book of Record. Asal Britania Raya yang dirilis pada tahun 1998 di EMI music, Parlophone. Grup musik ini beranggotakan 4 karakter yaitu : 2-D (Stuart Tusspot) : penyanyi. Pria beraksen cockney, berambut biru(asli) dan kehilangan dua gigi depannya, Murdoc Nicalls : pria pelopor Gorillaz dan pemain bass. Satanis berpribadi kasar yang lahir dan di besarkan di Stoke-O-Rent (sebuah perkampungan kumuh), Noodle : pemain gitar. Remaja perempuan berdarah Jepang yang ditemukan di kotak FedeX, lihai karate, bermain samurai, dan Russel : drummer. Pria berkulit hitam yang memiliki latar belakang rapping yang dirasuki arwah teman-temannya yang sudah meninggal(matanya putih keseluruhan). Dan sepanjang imajinasi bermain, ke empat karakter ini dibuat sehidup mungkin menggunakan berbagai macam cara(salah satu konser mereka di lakukan dengan hologram ke empat karakter menggunakan alat musik), mereka memiliki penyuara,diari, bahkan melakukan sesi pemotretan seperti selebritis pada umumnya. Orang dibalik konsep spektakuler ini adalah Damon Albarn mantan front man band indie 90an Blur dan Jamie Hewlett co-creator komik Tank Girl. Damon Albarn adalah pencipta lagunya(terkadang dengan bantuan beberapa orang seperti Dan Automator produser album pertama Gorillaz, Danger Mouse. Kolaborasi dengan berbagai rekan musisi terkenal seperti Neneh Chery, Dennis Hopper, Snoop Dog, Lou Reed, dll.) Sedangkan Jamie Hewlett menyediakan animasi dalam bentuk video klip, foto press, kostum dan kover album(dengan bantuan tim suksesnya) Jamie Hewlett mengaku ide ini timbul saat ia dan Damon berbagi flat bersama tahun 1997, dan menonton MTV. "What is this all manufacture crap!?" Dia berkomentar sinis. Dari peluncuran album pertamanya Gorillaz sampai yang terbaru Plastic Beach, Gorillaz telah banyak mendapatkan nominasi dan penghargaan dari Grammy's, Brit Awards, MTV Music Awards, Woody Awards, Mercury Awards, dan banyak lagi. Gorillaz telah meluncurkan autobiografi pertama yang di karang Cass Browne(penyedia permainan drum di band Gorillaz) yang lebih banyak menceritakan karakter-karakter unik yang menjadi wajah band Gorillaz. Gorillaz telah memproduksi beberapa dokumenter 'Chart of Darkness' dan 'Bananaz'. Genre musiknya hip hop, synth pop, dubb, reggae, alternative

Daftar Personil :

  • 2-D / Stuart Tusspot [vokalis]
  • Murdoc Nicalls [bassis]
  • Noodle [gitaris]
  • Russel [drummer]

Rekomendasi Lagu :

  1. Clint Eastwood
  2. Feel Good Inc.
  3. Rock The House
  4. Kid with Guns
  5. El Manana
  6. Demon Days

Sumber :

http://id.wikipedia.org/
http://pintaw.com/

Gambar : Personil Coldplay

Coldplay adalah grup musik rock alternatif yang dibentuk di London, Britania Raya, pada tahun 1996. Grup musik ini terdiri dari Chris Martin sebagai vokalis utama, Jonny Buckland sebagai gitaris utama, Guy Berryman sebagai bassis, dan Will Champion sebagai drummer. Coldplay telah merilis 4 album sepanjang kariernya, dimulai dari album debut Parachutes (2000), kemudian A Rush of Blood to the Head {2002), X&Y(2005), dan album Viva la Vida or Death and All His Friends (2008) dan terakhir adalah sebuah album konser berjudul LeftRightLeftRightLeft (2009). Secara keseluruhan, Coldplay telah meraih kesuksesan melalui 4 album ini dengan total penjualan mencapai 33,9 juta album. Beberapa singelnya telah menjadi hit seperti "Yellow", "Clocks" (pemenang Record of the Year pada Grammy Award 2004), "The Scientist", "Speed of Sound", "Fix You", dan "Viva la Vida". Mereka mendapat tanggapan baik dari media di album Viva La Vida Or Death and All His Friends setelah di album X&Y mendapat kritik yang buruk di media.

Gaya rock alternatif Coldplay telah dibandingkan dengan Radiohead dan Oasis.Chris Martin pernah memprokalamasikan musik band ini sebagai "limestone rock" dibandingkan dengan "hard rock".

Dalam Viva la Vida or Death And All His Friends, gaya grup ini bergerak ke arah art rock, dan bereksperimen dengan berbagai instrumen berbeda termasuk orkestra, pianohonky-tonk dan lainnya.

Perjalanan Karir :

Chris Martin dan Jonny Buckland pertama kali bertemu saat pekan orientasi di University College London (UCL) pada bulan September 1996. Mereka menghabiskan tahun terakhir di universitas untuk membentuk sebuah band, akhirnya mereka membentuk sebuah kelompok yang diberi nama "Pectoralz". Guy Berryman, yang sekelas dengan Martin dan Buckland, bergabung dengan grup ini. Lalu, pada tahun 1997, mereka mengganti nama bandnya menjadi Starfish, mereka tampil dipertunjukan lokal yang di promotori oleh klub-klub kecil. Martin juga telah merekrut teman sekolahnya dulu yaitu, Phil Harvey, yang sedang study di Oxford, untuk menjadi manajer band. Lineup band ini selesai ketika Will Champion bergabung. Band ini akhirnya mengganti nama lagi dengan nama "Coldplay"yang diusulkan oleh Tim Crompton, seorang mahasiswa lokal yang telah menggunakan nama itu untuk kelompoknya. Pada tahun 1997, Martin bertemu dengan mahasiswa Classics, Tim Rice- Oxley. Saat akhir pekan di Virginia Water, mereka meminta satu sama lain untuk bermain piano. Martin, mengetahui Rice-Oxley sangat berbakat, dan Martin memintanya untuk bergabung menjadi pemain keyboard Coldplay, tapi Rice-Oxleymenolaknya karena dia sudah mempunyai band sendiri yaitu, Keane.

Pada tahun 1998, band ini merilis 500 copy untuk Safety EP, yang berisi tiga lagu. Sebagian disc diberikan kepada perusahaan rekaman dan teman-teman, hanya 50 copy yang dijual untuk publik. Pada bulan Desember tahun itu juga, Coldplay menandatangani kontrak dengan label independen Fierce Panda. Lalu mereka merilis tiga lagu pada Brothers and Sisters EP, yang direkam selama empat hari pada bulan Februari 1999.

Setelah menyelesaikan ujian akhir mereka, Coldplay menandatangani kontrak denganParlophone untuk kontrak lima album di musim semi tahun 1999. Setelah membuat penampilan pertama mereka di festival Glastonbury, band ini masuk ke studio untuk merekam EP ketiga berjudul The Blue Room. Lima ribu copy dibuat dan disediakan untuk publik pada bulan Oktober, dan single "Bigger Stronger", dikirim pada BBC Radio 1untuk diputar. sesi rekaman untuk The Blue Room banyak masalah. Martin sempat mengeluarkan Champion dari band, tapi kemudian memintanya untuk kembali, dan karena kesalahannya, mereka pergi untuk pesta minum. Akhirnya, band ini berhasil mengatasi perbedaan mereka dan membuat aturan baru untuk menjaga kelompok supaya utuh. Terinspirasi oleh band-band seperti U2 dan R.E.M., Coldplay memutuskan untuk bertindak adil, dimana keuntungan akan dibagi sama rata.

Band ini awalnya merencanakan untuk merekam debut album mereka dalam waktu dua minggu. Namun, tour dan pertunjukan live menyebabkan rekaman diundur antara September 1999 dan April-Mei 2000. Pada bulan Maret 1999, Coldplay mulai mengerjakan debut album mereka, direkam dibeberapa studio rekaman termasuk Rockfield Studios,Matrix Studios, dan Wessex Sound Studios dengan produser Ken Nelson, meskipun mayoritas lagu-lagu dalam album Parachutes direkam di Liverpool's Parr Street Studios. Band ini mengerjakan di tiga ruang studio di Parr Street. Album tersebut diolah oleh engineering Amerika, Michael Brauer di New York. Brauer mengolah musik pada album ini awalnya hanya lagu yang akan mereka jadikan sebagai single, tapi akhirnya dikerjakan Brauer untuk semua lagu.

Setelah merilis tiga EP tanpa lagu hits, Coldplay memasuki chart pada Top 40 melalui single dari dari album Parachutes, "Shiver". Dirilis pada bulan Maret 2000, mencapai nomor #35 pada UK Singles Chart. Juni 2000 adalah momen penting dalam sejarahColdplay, band memulai tour pertama mereka, termasuk tampil di Festival Glastonbury. Band ini juga merilis single terobosan "Yellow", dan lagu ini menuju ke nomor #4 pada UK Singles Charts. Pada awalnya, "Yellow" dan "Shiver" akan dirilis sebagai EP di musim semi tahun 2000. Lagu-lagu itu kemudian dirilis sebagai single di Inggris pada tanggal 26 Juni 2000. Di AS, lagu itu dirilis sebagai single andalan dari debut album ini. Pada bulan Oktober 2000, lagu ini dikirim ke perguruan tinggi AS dan ke radio alternatif untuk diputar sebagai promosi album.

Coldplay merilis album pertama mereka, Parachutes, pada tanggal 10 Juli 2000 diInggris melalui label rekaman, Parlophone. Debut album ini menduduki nomor #1 di UK Albums Chart. Album ini dirilis pada tanggal 7 November 2000 oleh label rekamanNettwerk di Amerika Utara. Album ini telah tersedia dalam berbagai format sejak awal rilis, baik Parlophone dan Nettwerk merilis sebagai CD pada tahun 2000, dan juga dirilis sebagai kaset pada label baru di Amerika, Capitol, pada tahun 2001. Pada tahun berikutnya, Parlophone mengeluarkan album sebagai LP. Band ini merilis edisi terbatas untuk CD "Trouble", single ketiga dari album, yang menampilkan sebuah remix dari lagu"Yellow". Ditekan untuk 1.000 copy saja, dan dikeluarkan hanya untuk penggemar dan jurnalis. Kedua single, "Yellow" dan "Trouble" dikirim untuk diputar di radio di Inggrisdan AS.

Parachutes dinominasikan untuk Mercury Music Prize pada September 2000. Setelah keberhasilannya di Eropa, band ini mulai mengubah pandangan mereka di Amerika Utara, mereka merilis album di sana pada bulan November 2000, dan memulai menjalaniU.S. Club Tour pada bulan Februari 2001. Walaupun Parachutes lambat untuk sukses diAS, akhirnya album ini mencapai double platinum disana. Album ini menerima tanggapan positif dan meraih penghargaan untuk Best Alternative Music Album pada Grammy Awards 2002. Chris Martin mengklaim setelah rilis album Parachutes, keberhasilan album ini dimaksudkan untuk mencapai band sebagai band terbaik di dunia.

Setelah sukses dengan album Parachutes, Coldplay kembali ke studio pada bulan September 2001 untuk mulai bekerja pada album kedua mereka, A Rush of Blood to the Head, sekali lagi dengan Ken Nelson yang memproduksi album ini. Band ini mulai merekam album di London seminggu setelah serangan 11 September di AS. Karena band ini belum pernah tinggal di London sebelumnya, mereka mengalami kesulitan fokus. Mereka memutuskan untuk pindah ke Liverpool, di mana mereka disana juga telah merekam beberapa lagu dalam album Parachutes. Sesampai di sana, vokalis Chris Martinmengatakan bahwa mereka menjadi terobsesi untuk melakukan rekaman. "In My Place"adalah lagu pertama yang direkam untuk album ini.

Band ini menulis lebih dari 20 lagu untuk album ini. Beberapa materi lagu baru, termasuk "In My Place" dan "Animals", sempat dinyanyikan saat band masih tour album Parachutes. Judul album terungkap melalui sebuah posting di Situs resmi band. Album ini dirilis pada bulan Agustus 2002 dan melahirkan beberapa single populer, termasuk "In My Place", "Clocks", dan lagu balada "The Scientist". Lagu yang terakhir ini terinspirasi oleh lagu George Harrison yaitu All Things Must Pass, yang dirilis pada tahun 1970.

Coldplay menjalani tour dari bulan Juni 2002 sampai bulan September 2003 untuk A Rush of Blood to the Head Tour. Mereka mengunjungi lima benua, termasuk pada acaraGlastonbury Festival, V2003, dan Rock Werchter. Selama tour diperpanjang,Coldplay merekamnya untuk live DVD dan CD, Live 2003, di Sydney Hordern Pavilion.

Pada bulan Desember 2003, pembaca Rolling Stone memilih Coldplay sebagai artis terbaik dan band terbaik tahun itu. A Rush of Blood to the Head memenangkan Grammy Award untuk Best Alternative Music Album pada Grammy Awards tahun 2003. Pada Grammy Awards 2004 , Coldplay meraih Record of the Year untuk lagu "Clocks".

Coldplay menghabiskan sebagian besar waktu di tahun 2004 menghindar dari sorotan media untuk mengambil istirahat setelah tour album ketiga mereka. Album X&Y dirilis pada bulan Juni 2005 di Inggris dan Eropa. Album ini menjadi penjualan album terbaik tahun 2005 yang mencapai 8,3 juta copy di seluruh dunia.

Debut single, "Speed of Sound", diputar di radio dan toko musik online pada tanggal 18 April dan dirilis sebagai CD pada tanggal 23 Mei 2005. Debut Album ini menduduki pada nomor puncak di 20 negara di seluruh dunia, dan merupakan penjualan Album tercepat ketiga di sejarah chart Inggris. Dua single lain yang dirilis tahun itu yaitu, "Fix You" pada bulan September dan "Talk" pada bulan Desember.

Tanggapan Kritis untuk album X&Y kurang antusias dibandingkan album sebelumnya. Dari Juni 2005 sampai Juli 2006, Coldplay melanjutkan menjalankan Twisted Logic Tour, dan termasuk pada acara festival seperti Coachella, Isle of Wight Festival, Glastonburydan pada Austin City Limits Music Festival. Pada bulan Juli 2005, band ini muncul padaLive 8 di Hyde Park, di mana mereka menyanyikan lagu The Verve, "Bitter Sweet Symphony" dengan Richard Ashcroft pada vokal. Pada bulan September, Coldplay merekam versi baru dari lagu "How You See the World" dengan lirik ulang untuk organisasi War Child pada lagu Help! A Day in the Life di album amal. Pada bulan Februari 2006, Coldplay meraih penghargaan Best Album dan Best Single dari Brit Awards.

Dua single Coldplay yang dirilis tahun 2006 adalah "The Hardest Part" dan "What If". Single keenam yang juga single terakhir, "White Shadows" dirilis di Meksiko selama bulan Juni 2007.

Pada bulan Oktober 2006, Coldplay mulai mengerjakan album keempat mereka, Viva la Vida or Death and All His Friends, dengan produser Brian Eno. Lalu band mengambil istirahat dari rekaman dan menjalani tour di Amerika Latin pada awal tahun 2007, mereka tampil di Chile, Argentina, Brasil, dan Meksiko. Setelah merekam di Amerika Latin dan Spanyol selama tur mereka, band ini mengatakan album kemungkinan akan mencerminkan pengaruh budaya kuno Hispanik. Kelompok ini menghabiskan sisa rekaman dengan Eno. Martin menjelaskan album Viva la Vida adalah sebagai arah baru bagiColdplay, dimana perubahan dari tiga album terakhir mereka, yang mereka sebut sebagai "trilogi". Beberapa lagu, seperti "Violet Hill", mengandung riff gitar dan nada blues."Violet Hill" telah dikonfirmasi sebagai single pertama dari album, yang dirilis di radio pada tanggal 29 April 2008.

Lagu ini pertama ditampilkan pada situs resmi Coldplay, waktu itu lagu ini secara bebas dapat didownload selama satu minggu (mencapai dua juta download), setelah itu lagu ini tersedia secara komersial untuk di download pada 6 Mei. "Violet Hill" masuk pada UK Top 10, US Top 40 (masuk Top 10 di Hot Modern Rock Tracks chart) dan memetakan dengan baik di seluruh dunia. Single "Viva la Vida" juga dirilis secara eksklusif di iTunes, dan ini menjadi yang pertama untuk band menduduki nomor satu di Billboard Hot 100dan nomor satu di Inggris berdasarkan penjualan download saja.

Pada tanggal 15 Juni 2008, Viva la Vida or Death and All His Friends menduduki puncak chart album Inggris, meski telah muncul di pasaran hanya tiga hari, album ini terjual mencapai 302.000 copy, dan BBC menyebutnya "ini adalah salah satu catatan penjualan tercepat dalam sejarah Inggris". Pada bulan Oktober 2008, Coldplaymemenangkan dua penghargaan dari Q Awards, Best Album untuk Viva la Vida or Death and All His Friends dan Best Act in the World Today. Lalu band menindak lanjuti dengan dikeluarkannya Viva la Vida or Death and All His Friends with the Prospekt's March EP, yang dirilis pada tanggal 21 November 2008. Lagu "Life in Technicolor II" dirilis sebagai single pada tanggal 9 Februari 2009. Pada bulan Juni,Coldplay mulai menjalani Viva la Vida Tour dengan sebuah konser gratis di Brixton Academy di London. Hal ini diikuti dua hari kemudian dengan tampil 45 menit yang disiarkan langsung dari luar BBC Television Centre.

"Lost!" menjadi single ketiga dari album, menampilkan versi baru dengan Jay-Z. Coldplaymelakukan pembukaan pada tanggal 14 Maret 2009 untuk konser Sound Relief di Sydney Cricket Ground dan kemudian tampil di konser berbayar pada malam yang sama. Sound Relief adalah sebuah konser untuk korban Krisis Kebakaran Hutan Victoria dan korban banjir di Queensland. Pada tahun 2009, Coldplay dinominasikan untuk empat BRIT Awards: British Group, British Live Act, British Single ("Viva la Vida") dan British Album (Viva la Vida or Death and All His Friends).

Pada Grammy Awards ke 51 pada bulan Februari 2009, Coldplay memenangkan tiga penghargaan untuk kategori, Song of the Year untuk lagu "Viva la Vida", Best Rock Album untuk album Viva la Vida or Death and All His Friends, dan Best Vocal Pop Performance by a Duo or Group untuk lagu "Viva la Vida".

Pada tanggal 15 Mei 2009, Coldplay merilis album live, berjudul LeftRightLeftRightLeft yang direkam pada berbagai pertunjukan selama tour. Album live ini dirilis pada situs web mereka dan dapat didownload secara gratis.

Setelah album Viva la Vida Tour, Coldplay mengumumkan menjalankan Latin America Tour, yang berlangsung pada bulan Februari dan Maret 2010, di mana mereka akan mengunjungi negara-negara seperti Meksiko, Argentina, Brazil dan Kolombia. Pada bulan Oktober 2009, Coldplay memenangkan Song of the Year untuk lagu "Viva la Vida" pada penghargaan The American Society of Composers, Authors and Publishers (ASCAP) di London. Coldplay diberitakan bekerja dengan Brian Eno lagi untuk album studio kelima mereka. Pada bulan Desember 2009, diberitakan bahwa band ini telah rekaman di London Utara. Pada bulan Juni 2010, terungkap pada blog Coldplaybahwa album hampir selesai, dan menurut sebuah posting blog, "Lagu-lagu belum dianggap selesai 100%, Pada tanggal 1 Desember 2010 band ini merilis single natal yang berjudul "Christmas Lights" yang disambut positif oleh publik.

Daftar Personil :

  • Chris Martin (main vokal, piano, gitar)
  • Jonny Buckland (lead guitarist, harmonika, backing vokal)
  • Guy Berryman (bassis, synthesizer, harmonika, backing vokal)
  • Will Champion (drummer, piano, backing vokal)

Rekomendasi Lagu :

  1. In My Place
  2. Paradise
  3. Fix You
  4. Hurts Like Heaven
  5. Viva la Vida
  6. Princess of China (feat. Rihanna)
  7. Yellow

Sumber :

http://id.wikipedia.org/
http://profil-grup.blogspot.com/
http://www.wallsave.com/