Gambar : Personil Red Hot Chili Peppers

Red Hot Chili Peppers (lebih dikenal RHCP) adalah kelompok musik rock berbasis di California yang didirikan oleh vokalis Anthony Kiedis, bassist Michael Balzary (dikenal sebagai Flea), almarhum gitaris Hillel Slovak, vokalis dan drummer 'Cho' Laws, dan drummer Jack Irons pada 1983. Saat ini anggotanya terdiri dari Kiedis, Balzary, gitaris Josh Klinghoffer dan drummer Chad Smith. Mantan-mantan anggota termasuk Dix Denney, Jack Sherman, Cliff Martinez, Dwayne "Blackbird" McKnight, D.H. Peligro, Arik Marshall, John Frusciante, Jesse Tobias, dan Dave Navarro.

RHCP telah mengeluarkan sembilan album studio, sembilan #1 modern rock hits, dan telah menjual hampir 50 juta keping album di dunia (37 juta terjual untuk ketiga album Blood Sugar Sex Magik, Californication dan By the Way).

Perjalanan Karir :

Red Hot Chili Peppers (mulanya Tony Flow and the Miraculously Majestic Masters of Mayhem) didirikan pada 1983 oleh alumni Fairfax High School : Michael "Flea" Balzary (bass), Anthony Kiedis (vocals), Jack Irons (drums), dan Hillel Slovak (guitar) mulanya hanya untuk 1 kali pentas. Setelah menjadi terkenal di Los Angeles, mereka menandatangani kontrak rekaman dengan EMI.

Irons dan Slovak menganggap band tersebut sebagai proyek sampingan, dan meninggalkan RHCP sebelum album perdana mereka untuk menekuni band asal mereka What Is This?. Album Red Hot Chili Peppers diterbitkan pada 1984 dan direkam dengan Jack Sherman pada gitar dan Cliff Martinéz pada drums dan produser Andy Gill dari Gang of Four namun tidak berhasil secara penjualan. Karena pertengkaran dalam tur, Sherman hengkang dan Slovak masuk kembali.

George Clinton dari Parliament-Funkadelic menjadi produser album kedua mereka Freaky Styley pada 1985. Martinéz dipecat setelah album ini keluar dan Jack Irons bergabung kembali pada 1986. Pada saat ini mereka mulai menggunakan narkotika.

Album mereka selanjutnya, yang masuk ke Billboard Top 200, adalah The Uplift Mofo Party Plan pada 1988 dengan produser Michael Beinhorn. Ini adalah satu-satunya album dengan keempat anggota awal. Dalam tur, Slovak semakin kecanduan obat-obatan dan ia akhirnya overdosis heroin pada 25 Juni 1988 dalam sebuah tur di Eropa. Jack Irons kembali cabut dan bergabung dengan Pearl Jam dan Eleven.

Setelah pengganti sementara drummer Dead Kennedys D.H. Peligro dan mantan gitaris P-Funk DeWayne "Blackbyrd" McKnight, mereka akhirnya menemukan Chad Smith dan John Frusciante untuk merekam album selanjutnya, Mother's Milk, yang diterbitkan pada Agustus 1989. Album ini mencapai #52 di AS, yang tertinggi bagi mereka saat itu.

Pada 1990 mereka pindah ke Warner Brothers Records. Rick Rubin menjadi produser album kelima mereka Blood Sugar Sex Magik, yang menghasilkan banyak hit dan terjual 7 juta keping di AS. Single "Give it Away" memenangkan Grammy award pada 1992 untuk "Best Hard Rock Performance With Vocal", dan single-single lainnya adalah "Breaking the Girl", "Suck My Kiss", dan "Under the Bridge". Blood Sugar Sex Magik masuk ke nomor 310 dalam daftar Rolling Stone magazine The 500 Greatest Albums of All Time, dan pada 1992 mencapai # 3 di AS.

Masalah obat-obatan kembali menghadang mereka dan Frusciante keluar dari band pada Mei 1992. Setelah menggantikannya dengan Arik Marshall dan Jesse Tobias dari Mother Tongue, mantan gitaris Jane's Addiction Dave Navarro digaet untuk merekam album One Hot Minute. Album ini juga terjual 5 juta keping dan bertahan di tangga album selama 55 minggu.

Setelah Navarro dipecat pada 1997, John Frusciante kembali dan mereka merekam Californication. Album ini lebih berhasil daripada BSSM dan terjual 15 juta keping. Lagu-lagu hit dari album ini adalah "Scar Tissue", "Otherside", dan "Californication". Pada 2001 mereka menerbitkan By the Way pada 9 Juli 2002. Album ini terjual 700.000 keping pada minggu pertama dan menghasilkan lagu-lagu hit "By the Way", "The Zephyr Song", "Can't Stop", "Dosed", dan "Universally Speaking".

Mereka merekam dua lagu baru "Fortune Faded" dan "Save the Population" untuk album Greatest Hits dan pada 2004 album live mereka yang pertama , Live in Hyde Park. Pada tahun 2006 mereka mengeluarkan Stadium Arcadium yang merupakan album ganda.

Daftar Personil :

  1. Anthony Kiedis (vokalis)
  2. Michael "Flea" Balzary (bassis)
  3. Hillel Slovak (gitaris){ex-member}
  4. Jack Sherman (gitaris){ex-member}
  5. DeWayne "Blackbyrd" McKnight (gitaris){ex-member}
  6. John Frusciante (gitaris){ex-member}
  7. Arik Marshall (gitaris){ex-member}
  8. Jesse Tobias (gitaris){ex-member}
  9. Dave Navarro (gitaris){ex-member}
  10. Josh Klinghoffer (gitaris)
  11. Jack Irons (drummer){ex-member}
  12. Cliff Martinéz (drummer){ex-member}
  13. D.H. Peligro (drummer){ex-member}
  14. Chad Smith (drummer)

Rekomendasi Lagu :

  1. Californication
  2. Dani California
  3. Give It Away 
  4. The Adventures Of Rain Dance Maggie 
  5. Scar Tissue
  6. The Zephyr Song

Sumber :

 http://id.wikipedia.org/

 
Gambar : Personil Queen

Perjalanan Karir :

Pada era 1970an tidak banyak band yang berekses aliran murni seperti kelompok musik Queen. Kuartet asal Inggris yang beraliran progressive rock, heavy metal serta beragam aliran lainnya ini berhasil memadukan musik yang bombastis dan menciptakan permainan opera dengan alunan gitar dan teknik vokal yang berlapis. Selama bertahun-tahun kelompok Queen membanggakan album mereka dengan motto “tidak ada satu pun album Queen yang merupakan hasil rekayasa efek synthesizer”. Brian May dkk mengeluarkan pernyataan tersebut karena mereka tidak ingin disamakan seperti kelompok band hard rock pasca Led Zeppelin, yang banyak mengandalkan efek synthesizers.

Sang vokalis, Freddie Mercury mencoba membangkitkan karya musik Queen dengan bobot humor sentimentil dan aransemen yang mendekati aransemen musik klasik. Kombinasi yang cukup unik ini dapat didengar pada karya kelompok Queen yang berjudul “Bohemian Rhapsody”. Sementara itu, Freddie Mercury, yang dipandang sebagai sosok flamboyan, ternyata menyimpan rahasia kontroversial, bahwa ia mengalami penyimpangan perilaku seksual, biseksual. Hal ini tertuang jelas sekali dalam musik Queen, mulai dari judul lagu yang dipilih sampai ke pengungkapan hasrat secara tidak langsung yang tertulis pada lirik lagunya. Tak lama berselang setelah Freddie mengakui hal tersebut, pada tahun 1992 ia meninggal dunia akibat penyakit AIDS yang dideritanya. Memang aneh apabila kita mengetahui bahwa lagu pujaan kaum gay seperti “We Are The Champion”, justru menjadi lagu yang digunakan untuk merayakan momen kemenangan di bidang olahraga. Namun hal tersebut bisa terjadi karena kepiawaian mengolah tampilan musik yang dimiliki Freddie Mercury, sebagai sosok yang sangat dinamis dan karismatik dalam sejarah musik rock. Berkat bakat Freddie pula lah, kelompok Queen berhasil menjadi salah satu kelompok terkemuka di dunia pada pertengahan tahun 1970an.

Di Inggris sendiri, kelompok Queen harus puas menjadi band nomer dua, karena dikalahkan oleh popularitas dan koleksi musik The Beatles pada tahun 1990an. Saudara, meskipun menyandang popularitas, pada tahun 1979 majalah musik Rolling Stones pernah menyebut album Queen yang diberi judul Jazz, sebagai album fasis. Boleh saja kritik tajam datang menghujam, namun popularitas kelompok Queen tidak tampak terguncang. Pada penghujung tahun 1980an, kelompok yang digawangi oleh Freddie Mercury, John Deacon, Brian May, dan Roger Taylor ini tetap mempunyai pengikut yang fanatik, kecuali di negara Amerika Serikat.

Tokoh yang berperan sebagai pendiri kelompok musik Queen adalah sang penabuh drum Roger Taylor dan gitaris Brian May. Pada tahun 1967, Roger Taylor dan Brian May pernah tergabung dalam kelompok musik beraliran rock psychedelic yang bernama Smile. Setelah vokalis utama Tim Staffel hengkang dari kelompok Smile tahun 1971, Brian May dan Roger Taylor membentuk kelompok musik bersama Freddie Mercury. Freddie Mercury sendiri merupakan mantan vokalis kelompok Wreckage. Beberapa bulan kemudian, John Deacon bergabung sebagai pemain bass pada kelompok yang dibentuk Brian, Roger serta Freddie dan mulai berlatih bersama. Dalam kurun waktu 2 tahun, setelah keempat personil menyelesaikan kuliahnya, mereka mulai menggelar sejumlah pertunjukan.

Beberapa saat sebelum album Queen II dirilis, kelompok Queen pernah tampil dalam kontes musik Top of Pops, mereka tampil membawakan lagu “Seven Seas of Rhye”. Baik lagu dan kehadiran Queen di kontes tersebut benar-benar menghasilkan kesuksesan yang cukup memuaskan. Single “Seven Seas of Rhye” sukses melesat ke tangga lagu Top Ten, di mana album Queen II berhasil mencapai tangga lagu urutan ke lima. Saudara, sebelum sampai di penghujung tahun 1974, kelompok Queen merilis album mereka yang ketiga, yang diberi judul Sheer Heart Attack. Salah satu single di album tersebut yang berjudul “Killer Queen” berhasil menempati urutan ke dua tangga lagu di blantika musik Inggris, sekaligus menghantar album Sheer Heart Attack ke urutan yang sama.

Kesuksesan album Sheer Heart Attack menembus pasar musik di Amerika Serikat, ternyata menjadi pembuka jalan bagi kesuksesan album A Night at the Opera pada tahun berikutnya, atau tahun 1975. Tetapi memang, kesuksesan yang diraih ini, bukanlah tanpa usaha. Banyak fakta yang membenarkan bahwa kelompok Queen bekerja sangat keras dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproduksi album A Night at the Opera, dan bisa dikatakan bahwa album tersebut merupakan album rekaman termahal yang pernah dirilis saat itu. “Bohemian Rhapsody”. Single ini merupakan salah satu rekaman yang terdapat di album A Night at the Opera, yang kemudian menjadi lagu simbolis bagi kelompok asal London, Inggris ini. “Bohemian Rhapsody” mempunyai nuansa selingan opera yang masih cukup kental namun juga diselingi ciri khas musik metal.

Kelompok Queen membutuhkan waktu 3 minggu untuk merekam lagu tersebut, dan pengambilan suaranya pun sampai beberapa kali. Video musik konseptual diproduksi untuk memberikan dukungan popularitas bagi lagu “Bohemian Rhapsody. Hasilnya, lagu ini berhasil menjadi single nomer satu dan bertahan selama 9 minggu di Inggris, serta memecahkan rekor sebagai single terlama yang berada di tangga lagu Inggris. Lagu “Bohemian Rhapsody” dan album A Night at the Opera juga sama-sama menuai keberhasilan di Amerika Serikat. Album A Night at the Opera sendiri sukses berada di jajaran Top Ten chart album Amerika Serikat dan tak lama kemudian meraih penghargaan platinum.

Setelah sukses dengan A Night at the Opera, Queen meraih predikat superstar dan berkat predikat superstar tersebut, Queen langsung menjadi legenda dunia musik rock. Meskipun sudah menjadi legenda, namun kelompok Queen tetap bekerja keras menekuni karirnya. Pada musim panas di tahun 1976, Queen tampil dalam konser gratis di Hyde Park, London dan konser ini berhasil memecahkan rekor jumlah pengunjung.

QUEEN menikmati kesuksesan di Inggris pada awal hingga pertengahan tahun 1970-an dengan album QUEEN dan QUEEN II, dengan merilis Sheer Heart Attack pada tahun 1974 dan tahun berikutnya dengan album A Night at the Opera - yang telah disebut sebagai band terbaik danQUEEN layak menjadi band komersial dan mendapat pengakuan internasional dan ini menjadi penentu keberhasilan QUEEN. Mereka telah merilis lima belas album studio, lima album live dan sejumlah album kompilasi. Sejak kematian Freddie Mercury dan Deacon pensiun, May dan Taylor telah tampil jarang bersama dan hanya di acara-acara khusus dan program-program musik lain sebagai personel tamu. Antara 2004-2009 duo May dan Taylor bekerja sama dengan Paul Rodgers, di bawah moniker Queen + Paul Rodgers. Album QUEEN itu bertahan di urutan 13 pada tangga lagu di daftar VH1's 100 Greatest Artists of Hard Rock .


Daftar Personil: 

  •  Freddie Mercury (vokalis)
  •  Brian May (gitaris)
  •  Roger Taylor (drummer)
  •  John Deacon (bassis)

 

Rekomendasi Lagu :

  1. I Want to Break Free
  2. We Will Rock You
  3. We Are The Champions
  4. Love of My Life
  5. Bohemian Rhapsody 

Sumber :

http://sejarahmusicrock.blogspot.com/2011/11/sejarah-berdiri-band-queen.html 
Gambar : Poster Film "Slank Gak Ada Matinya"
JAKARTA - Tiga dekade menapaki karir di belantika musik Indonesia, grup band legendaris Slank akhirnya merilis film autobiografi berjudul "Slank Nggak Ada Matinya". Film yang serentak digelar Jumat (20/12) mendatang ini menurut pentolan Slank, Bimbim, merupakan cita-citanya yang lama terpendam.

"Akhirnya berhasil tanpa disangka. Gue bisa bilang ini film rock and roll terbaik di dunia,"  klaim Bimbim saat ditemui di XXI Epicentrum Jakarta, Rabu (18/12).

Bimbim bahkan menyebutkan film ini lebih baik dibandingkan dengan film autobigrafi Jim Morrison. "Jim Morrison pakai narkoba dan mati, gue pakai narkoba tapi bisa sembuh," katanya.

Karena itu, untuk menghasilkan film ini Bimbim bersama Slank tak mau main-main. Slank dari awal terlibat dalam penggarapan film karya sutradara Fajar Bustomi ini. "Dari mulai cari ide cerita sampai syuting juga sebagian besar di sebelah Fajar," ujarnya.

Untuk menunjang totalitas film ini, penggebuk drum ini rela membongkar-bongkar kembali barang miliknya. Bimbim juga mencari tas miliknya yang sudah lama disumbangkan ke panti asuhan untuk digunakan sebagai pelengkap film.

"Mas Bimbim ngasih banyak hal, baju, celana, topi miliknya," kata Adipati Dolken, aktor yang berperan sebagai Bimbim dalam film ini.

Film Slank Nggak Ada Matinya bercerita tentang perjuangan Slank bangkit di dunia musik pada formasi ke-14. Masalah datang setelah candu narkoba pada Bimbim dan Kaka memuncak di tahun 1997 sampai 2000.

Film ini dimainkan sejumlah aktor muda seperti Adipati Dolken (Bimbim Slank), Ricky Harun (Kaka Slank), Aaron Ashab (Ivanka Slank), Ajun Perwira (Ridho Slank) dan Deva Mahendra (Abdee Slank). Dalam filem ini, Slank juga melibatkan lebih dari 20 ribu Slankers.

Sumber :
http://www.republika.co.id/ 
Gambar : Sosok Rezsoe Seres
 GLOOMY SUNDAY, inilah judul dari lagu kematian tersebut. Lagu ini menjadi sangat terkenal setelah munculnya banyak kasus kematian yang berkaitan dengan lagu ini.

Lagu ini ditulis oleh Lazzlo Javor, sedangkan aransemen musiknya oleh Rezsoe Seres yang seorang komposer sekaligus pianis dari Hongaria. Lagu yang populer pada tahun 1933 ini sebenarnya ditulis Lazzlo untuk kekasihnya. Namun kejadian aneh menimpa kekasih Lazzlo. Kekasihnya itu ditemukan meninggal karena bunuh diri dengan surat niatan bunuh diri yang bertuliskan "Gloomy Sunday".

Keanehan tidak behenti sampai disini. Beberapa waktu kemudian seorang pegawai negeri Hongaria dilaporkan tewas dengan cara menembak dirinya sendiri. Mayatnya ditemukan dalam keadaan menelungkup di atas lirik lagu Gloomy Sunday.

Selanjutnya, seorang gadis kepergok berupaya meracuni dirinya dengan keadaan lagu Gloomy Sunday yang masih mengalun di alat musik dalam ruangan itu.

Insiden mengerikan yang terjadi di restororan di Budapest juga berkaitan dengan lagu ini. Yakni ketika seorang pemuda yang menembak dirinya sendiri ketika selesai mendengarkan lagu Gloomy Sunday yang dibawakan oleh band di restoran tersebut.

Bahkan yang lebih menakutkan, Rezsoe Seres sendiri juga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari lantai delapan sebuah gedung. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun di sana dia mencekik lehernya sendiri dengan kawat hingga tewas

Mengetahui banyaknya korban serta situasi yang semakin tak terkendali, pemerintah Hongaria melarang pemutaran lagu Gloomy Sunday di tempat umum. Walaupun begitu, lagu Gloomy Sunday sudah terlanjur tenar hingga manca negara dan tentunya menambah banyak korban. Salah satunya Inggris. Di Inggris, lagu ini pun dilarang diputar di BBC (British Broadcasting Channel) disebabkan kasus yang sama. Sedangkan di Amerika Serikat lagu ini tidak dilarang meskipun disana juga terdapat beberapa kasus bunuh diri.

Jika dihitung-hitung sekitar 200 upaya bunuh diri yang ada di dunia berkaitan dengan lagu Gloomy Sunday.

Memang lagu Gloomy Sunday menyiratkan tentang keputus-asaan dan kesedihan dalam setiap liriknya. Dan mungkin inilah penyebab mengapa banyak orang yang mencoba untuk bunuh diri setelah mendengar lagu ini. Dengan kata lain, banyak orang yang ingin bunuh diri karena merasa tersugesti dengan lirik lagu ini yang juga diperparah dengan perasaan yang sedang down. Walaupun begitu, jika jiwa dan iman kita kuat, tentu kita tidak akan melakukan hal yang sangat sia-sia ini. Karena sesungguhnya hidup itu adalah anugerah yang diberikan tuhan kepada setiap ciptaannya dan harus disyukuri. Seberat apapun masalah dalam hidup kita, tetap, hidup harus disyukuri. Dengan bunuh diri, kita bukannya memperbaiki keadaan namun justru memperburuknya. Ingatlah bahwa bunuh diri adalah perbuatan yang dibenci tuhan.
Gambar : Personil Gugun Blues Shelter

Gugun Blues Shelter, atau Gugun and The Blues Shelter (seringkali disingkat GBS) adalah band Indonesia ber-aliran blues, yang dibentuk Jakarta, Indonesia, pada tahun 2004. Para anggotanya saat ini antara lain Gugun (gitar), Jono (bass) dan Bowie (drum) yang menggantikan drummer sebelumnya, Iskandar. Merka telah merilis tiga album, Get The Bug (2004), Turn It On (2007) dan Gugun Blues Shelter (2010).

Gugun Blues Shelter terbentuk pada tahun 2004 di Jakarta dengan nama awal The Blues Bug memiliki
pengaruh musik yang kuat dari Jimi Hendrix, Stevie Ray Vaughn, Bettie Davis, dan Led Zepplin. Pada awalnya, nama dari band ini adalah The Blues Bug, yang mana akhirnya diganti menjadi Blue Hand Gang, dan selanjutnya menjadi Gugun Blues Shelter. Mereka mengganti nama band mereka karena sebuah band asal Yunani telah memakai nama Blues Bug selama sepuluh tahun.

Pada akhir 2004, mereka merilis album independen pertama mereka, Get the Bug. Musisi yang tampil di dalam album ini antara lain Gugun, Jono, dan Iskandar.

Di awal 2007, mereka merilis album kedua, Turn It On, oleh Sinjitos Records. Album ini terpilih sebagai salah satu album terbaik di Indonesia pada tahun 2007 oleh Rolling Stone Indonesia. Album ini juga dipilih sebagai "The number one blues album of the year", dengan Gugun yang terpilih sebagai Gitaris blues terbaik se Asia Tenggara, di tahun 2007 oleh MTV Trax Magazine.

Pada tahun 2010, mereka secara independen merilis album dengan nama mereka sendiri sebagai pengganti terhadap album Set My Soul on Fire mereka, yang batal rilis menyusul konflik dengan label mereka.

Kehadiran band bernafaskan blues ini tidak hanya menyita perhatian dunia musik Indonesia. Pasalnya Gugun Blues Shelter juga memiliki banyak penggemar di Eropa khususnya Inggris. Nama band Gugun Blues Shelter tercatat pernah beberapa kali tampil dalam panggung blues di Inggris. Bahkan band ini pernah melakukan touring ke beberapa kota di sana.

Dan yang paling membanggakan, Gugun Blues Shelter pernah ikut tampil dalam perayaan ulang tahun Hard Rock ke-40, Hard Rock Calling 2011. Dalam event yang diselenggarakan selama beberapa hari di Hyde Park, London, Inggris tersebut Gugun Blues Shelter tampil berbagi panggung dengan musisi kelas dunia seperti Rod Stewart, Bon Jovi, dan The Killers.

Selain meramaikan panggung blues Inggris, Gugun Blues Shelter juga pernah tampil beberapa kali di Malaysia dan juga event Singapore Art Festival yang sekelas dengan Java Jazz Festival di Indonesia. Pavilion Indonesia di Shanghai World Expo 2010 juga pernah diramaikan oleh band ini. Tentunya di Indonesia sendiri nama Gugun Blues Shelter sudah malang melintang dalam meramaikan panggung musik. Tidak hanya tampil dalam panggung bertemakan blues seperti Jakarta International Blues Festival, band ini juga seringkali mengisi acara sekelas Java Rockin’ Land dan Java Jazz Festival.

Album ketiga mereka yang dirilis 2010 juga mendapatkan sambutan yang baik. Pada tahun yang sama lagu “When I See You Again” dinobatkan sebagai sebagai lagu blues terfavorit dalam the Indonesia Edge Music Awards. Keberhasilan Gugun Blues Shelter terus berlanjut pada tahun 2011 ketika mereka sukses bekerja sama dengan label musik asal Amerika, Grooveyards Records. Dalam naungan label rekaman tersbeut beberapa lagu mereka dari ketiga album yang telah dihasilkan masuk ke dalam album blues kompilasi, “Far East Blues Experience” .

Dengan sederetan prestasi yang telah ditoreh, maka tidak mengherankan apabila Gugun Blues Shelter disebut-sebut sebagai band beraliran blues paling berpengaruh di tanah air.

Daftar Personil:

  • Gugun (vokal/gitar)
  • Jono (bass)
  • Bowie (drum)
  • Iskandar (drum) [ex-member]

Rekomendasi Lagu :   

  1. Set My Soul on Fire
  2. When I See You Again
  3. Jangan Berkata Dalam Hati
  4. Give Your Love
  5. Spinnin' Around Me

Sumber :

http://id.wikipedia.org/
http://www.cinmi.com/