New York - Pernahkah Anda berpikir mengapa gitaris terlihat begitu santai dan bebas di panggung. Contohnya saja Keith Richards `Rolling Stone`. Ternyata, di balik itu semua ada alasan ilmiah yang membuat Anda harus pintar bermain gitar.

Gitar bisa meningkatkan kemampuan otak, kehidupan seks, dan masih banyak lagi. Berikut rinciannya seperti dikutip Menshealth, Kamis (9/1/2014).

1. Kesenangan seperti seks

Siapa yang butuh pasukan? Anda cukup mainkan gitar Anda dan mendengarkan musik Anda. Ini bisa membuat Anda merasa lebih baik.

Menurut penelitian di ilmu syaraf di McGill University, mendengar musik memicu pelepasan dopamin di otak, bahan kimia yang sama yang dilepaskan ketika melakukan aktivitas seks. Itu seperti masturbasi musik.

2. Menjauhkan stres

Entah Anda sedang pusing karena bos atau tagihan, ambillah gitar Anda karena bisa melepaskan stres.

Sebuah penelitian dari Mind-Body Wellness Center dan Loma Linda University School of Medicine menemukan, stres bisa dikurangi dengan memainkan instrumen. Gerakan bisa membalikan sistem respons tubuh Anda terhadap tekanan.

3. Atasi nyeri

Jika Anda hidup dengan sakit kronis, raihlah gitar Anda. Menurut penelitian di University of Utah, mendengarkan musik baik itu dengan memainkan sendiri bisa mengalihkan pikiran Anda sehingga mengurangi nyeri.

4. Pertajam pikiran Anda

Sebuah penelitian Skotlandia yang terbaru mengatakan, musik lebih cenderung membuat fungsi otak lebih tajam, yang bisa membantu mencegah penurunan mental di masa depan. Bukalah buku lagu dan belajar memainkannya.

5. Menguatkan jantung Anda

Penelitian di Belanda menemukan, pasien yang bermain musik lebih dari 100 menit sehari menunjukkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah dan detak jantung dibanding yang tidak. Tiga orang yang melakukan tes ternyata adalah gitaris.

6. Memikat hati wanita

Jangan khawatir, Anda cukup bermain serius gitar Anda agar menarik perhatian wanita. Bahkan jika wanita itu tak Anda kenal. Penelitian dari Psychology of Music menemukan, wanita mengasosiasikan kemampuan musik dengan kecerdasan, komitmen, kerja keras, serta kecakapan fisik. Wanita juga mengasosiasikan semua kualitas tersebut dengan kemampuan pria untuk mendapatkan uang.

7. Berteman dengan wanita

Penelitian Israel mengirimkan permintaan pertemanan dari pria berwajah tampan kepada wanita lajang. Setengah permintaan merupakan pria yang memegang gitar.Sedangkan setengah lainnya, bukan gitaris.

Hanya lima dari 50 wanita yang menerima permintaan pertemanan dari orang yang kurang jago bergitar, sementara yang bergitar lebih menarik. Alasannya, kemampuan musik berkaitan kejantanan.

8. Menjadi kaya

Gitar Anda bisa membantu Anda memperoleh uang. Peneliti di Michigan State University menemukan bahwa musisi yang belajar instrumen pada usia dini dan berusaha memelihara keterampilannya sampai dewasa memiliki kesempatan yang lebih baik untuk sukses.

9. Membangun kekuatan otak

Menurut sebuah studi Cambridge University, musisi terus menjadi kreatif bahkan ketika mereka tak sedang bermain instrumen mereka.

Peneliti menemukan, pemain memvisualisasikan musik dalam bentuknya dan memprosesnya dalam praktik. Kebanyakan tak melihatnya seperti itu, tapi itu adalah cara belajar yang sangat kreatif.

10. Rekam diri, penghargaan ke diri

Sering kali pemain gitar akan merekam sesi bermainnya atau lagu demo. Dengan cara itu, mereka bisa bermain lagi dan mempraktikkannya.

Tapi, bawalah rekaman Anda ke gym dan Anda akan melihat manfaatnya buat fisik.

Para ilmuwan di Max Planck Institute for Cognitive and Brain Sciences menemukan, musik tak hanya membuat latar belakang yang berisik ketika berolahraga, tapi membuat olahraga jadi kurang melelahkan.

(Mel/*)

Sumber : http://health.liputan6.com/

Mendengarkan musik bervolume tinggi meningkatkan risiko telinga berdenging.

Bila anda senang menghabiskan malam di tempat hiburan malam, sebaiknya waspada dengan kesehatan pendengaran anda.

Sekitar dua pertiga orang mengaku telinga mereka berdenging setelah menghabiskan sepanjang malam di klub, pub atau setelah menonton pertunjukan, demikian ditunjukkan oleh jajak pendapat.

Kelompok kampanye Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan jajak pendapat yang dilakukan pada 1.000 orang dewasa ini menunjukkan sepertiga dari mereka mengabaikan "level aman" pada alat pemutar musik mereka.

Kelompok ini memperingatkan orang yang melakukan hal ini sangat berisiko mengalami telinga berdenging (tinnitus).

Setengah dari mereka yang disurvei mengatakan mereka mendengarkan musik antara satu dan enam jam sehari -sepertiga dari waktu bangun mereka- di tempat kerja atau di pemutar MP3 dalam perjalanan dari dan menuju tempat kerja atau studi.

Namun satu dari lima orang tidak melakukan apapun untuk merawat pendengaran mereka.


Indikasi pendengaran rusak
Aksi Gangguan Pendengaran memperingatkan bahwa satu dari 10 orang di Inggris mengalami tinnitus setiap hari, mulai dari "suara dengung sekilas" hingga ke "deruan konstan" di telinga dan kepala.

Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk berkonsentrasi di tempat kerja untuk tidur di malam hari.

Paul Breckell, pemimpin Aksi Gangguan Pendengaran, mengatakan: "Mendengarkan musik keras dalam waktu yang lama dapat memicu tinnitus dan merupakan indikasi pendengaran yang rusak.

"Kebanyakan orang mengalami tinnitus, tetapi pada kasus yang parah dapat memicu ketakutan, kecemasan dan perasaan tidak berdaya yang mempengaruhi kualitas hidup mereka.

"Saat ini tidak ada obat untuk tinnitus. Sebagai amal kita melakukan semua yang kami bisa untuk mendanai penelitian demi pengobatan."

Paul Oakenfold, salah seorang produser DJ yang mendukung kampanye ini mengatakan: "Saya mendesak pecinta musik untuk memakai pelindung telinga ketika menghadiri pertunjukan dan menghindari volume sangat tinggi pada pemutar musik pribadi.

"Memakai headphone yang layak juga mengurangi risiko rusaknya telinga dan risiko tinnitus yang disebabkan oleh musik yang terlalu keras. Tidak ada yang menginginkan itu."

Sumber : http://news.detik.com/
Badan antariksa AS,menyuguhkan berbagai musik berbeda bagi para angkasawan untuk menjaga keceriaan mereka pada hari-hari sepi dalam misinya selama berminggu-minggu.

Pengendali antariksa biasanya memutarkan mereka beberapa lagu mulai dari "Here Comes the Sun" milikThe Beatleshingga "Fly Me To The Moon" dari Sinatra, saat mereka mengangkasa.

Mereka juga memutar "Walk of Life" dari Dire Straits saat keberangkatan kosmonot dalam perjalanan antariksanya dan lagu Dean Martin, "Going Back to Houston."

Sebuah catatan dari sejumlah rekaman yang dimainkan, telah diterbitkan oleh "Historical Division" tracing song-NASA saat kembalinya misi antariksa US Gemini Mission pada 1965.

Salah satunya yang baru saja diputar Houston pada misi antariksa tahun ini adalah "Empire State of Mind" oleh rapper Jay-Z bersama Alicia Keys.

Chris Hadfield, kepala pengendali misi kapsul komunikator adalah orang yang bertugas memutar musik untuk pesawat ulang-alik. Pesawat tersebut memiliki beberapa speaker lewat sebuah sistem intercom.

Ia mengatakan, "Anda memutar beberapa musik yang sedikit agak segar dan lincah - secara normal hanya dua menit - dan setelah jeda, anda mendengar beberapa suara bergelombang dalam mikrofon, "Selamat pagi, Houston".

"Anda tidak ingin memutar lagu atau sesuatu yang membosankan. Anda ingin mereka berjalan pada pagi hari." Ia mengatakan bahwa ia pernah memutarkan mereka tema dari U2 untuk sebuah misi yang tidak mungkin hanya untuk mereka jalani.

Misi Apollo II pada 1960-an menyuguhkan sederet lagu John Philip Sousa semasa "The Carpenters" - 'We've Only Just Begun' yang telah diputar untuk 17 awak Apollo 1972. (Erabaru/ Telegraph/sua)


Sumber : http://www.erabaru.net/
Gambar : Sosok Eros Djarot
JAKARTA -- Soegeng Waluyo Djarot atau yang lebih dikenal dengan nama Eros Djarot segera menggelar konser bertajuk "40 Tahun Eros Djarot Berkarya". Konser yang akan digelar Jumat (14/2) mendatang ini akan menampilkan karya-karya Djarot  mulai dari album “Barongs” (1975), “Manusia-Manusia” (1986), “Badai Pasti Berlalu” (1977), “Resesi” (1983), “Detik” (1997), “Pemilu” (2009). 

40 tahun Eros Djarot Berkarya akan digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Konser dimulai pukul 08.00 malam. 

Dalam karyanya nanti, Djarot menggandeng Erwin Gutawa sebagai orchestrator, Jay Subyakto sebagai art director, dan Mira Lesmana sebagai penulis naskah. Djarot juga menggandeng musisi muda lainnya, seperti Iwan Fals, Glenn Fredly, Elfonda Mekel (Once), Berlian Hutauruk, Marcel Siahaan, Melly Goeslaw dan Bunga Citra Lestari. 

Tiket konser dijual mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 3,5 juta. Dengan masing-masing kelas Bronze, Silver, Gold dan Platinum. 

Sebagian hasil penjualan menurut Project Manager Promotor D.E.K, Hans Siregar, akan disumbangkan ke korban-korban banjir saat ini. 

“Ini adalah bentuk dari rasa kemanusiaan dan empati kami sebagai sesama warga negara Indonesia untuk membantu para korban banjir.”

Eros Djarot mengawali karir bersama grup musik Barong. Setelah menyelesaikan studinya di London Internasional Film School, Djarot mulai terjun di dunia film. Lewat karya-karyanya Djarot berhasil menyabet berbagai penghargaan. Diantarnya Penata Musik Terbaik lewat film “Kawin Lari” karya Teguh Karya dan Sutradara Terbaik dalam film "Tjoet Nja' Dien. 

Di balik semua itu, yang membuat Eros Djarot tetap fenomenal adalah karyanya dalam film “Badai Pasti Berlalu”, hasil adaptasi dari novel karya Marga T. Dalam film ini, Djarot juga menyandingkan dengan album berjudul sama yang meraih penjualan lebih dari sembilan juta kaset.  Hingga kini, lagu-lagu di album itu seperti “Pelangi”, “Merpati Putih”, atau “Angin Malam” masih dibawakan oleh musisi-musisi saat ini.

Sumber :
http://www.republika.co.id/
JAKARTA – Pecinta musik dan Grup Band Koes Plus di Indonesia kembali kehilangan musisi terkenalnya, Muri (Kasmuri). Personil grup band legendaris Koes Plus ini meninggal dunia, Sabtu (1/2/2014) pagi ini.
Gambar : Sosok Murry "Koes Plus"
Drummer Koes Plus itu meninggal pada usia 65 tahun. Rencananya, Muri akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon pada Sabtu siang, setelah ibadah shalat Zuhur.
Murry (Kasmury) masuk ke Koes Plus setelah hengkangnya Nomo. Lantaran Nomo memilih keluar dari Koes Bersaudara , diikuti oleh adiknya Koesroyo (Yok) yang kewudian bergabung kembali. Dengan keluarnya dua anggota Koes Bersaudara yakni Koesnomo (Nomo) dan Koesroyo (Yok), Koes Bersaudara pun usai. Tonny yang terus ingin bermusik menggamit dua musisi masing-masing oleh Kasmuri (Murry) dan Totok AR, pemain bass group Philon. Band ini memakai nama Koes Plus, artinya plus dua orang di luar dinasti Koeswoyo: Totok A.R dan Murry.
Koes Plus adalah grup musik Indonesia  yang dibentuk pada  1969  sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an  ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock ‘n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal Yon  yang aktif.
Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain  lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex’s Trio  membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T’lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang  yang dibawakan oleh Kahitna.(jibi/ija)

Sumber :

http://www.bisnis-jabar.com/